kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Evakuasi WNI di Mesir masih berlangsung


Minggu, 06 Februari 2011 / 14:05 WIB
ILUSTRASI. Logo perusahaan asuransi umum di kantor AAUI


Reporter: Hans Henricus

JAKARTA. Proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Mesir masih berjalan. Pemerintah berjanji akan menanggung biaya kepulangan para WNI hingga kampung halaman.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa menjelaskan Kementerian Keuangan menyiapkan dana untuk membiayai kepulangan para WNI di Mesir. "Selalu saja dana darurat itu ada, kita kan tidak memprediksi bahwa akan terjadi sesuatu di Mesir seperti apa," ujar Hatta akhir pekan lalu.

Menurut Hatta, jumlah WNI di Mesir saat ini sekitar 6.000 orang. Namun, dia belum bisa memastikan apakah mereka semua akan kembali ke tanah air dan berapa besar dana yang disiapkan. Sebab, masih dalam tahap penghitungan. "Apakah Rp 5 juta per orang atau US$ 500 pulang perginya, ke kampungnya juga, nanti kan semua dihitung," katanya.

Sekadar informasi, sebanyak 411 orang WNI tiba dari Mesir memakai pesawat Garuda Indonesia pada 2 Februari 2011. Kemudian, rombongan kedua berjumlah 421 orang tiba di tanah air pada pada 4 Februari. Kini, pemerintah kembali mengirimkan pesawat Garuda Indonesia menjemput 400 orang WNI lagi.

Yang jelas, kata Hatta, pemerintah menjamin sepenuhnya kepulangan WNI dari Mesir. "Kewajiban negara manakala warga negaranya terancam di luar negeri untuk membawanya pulang," janji Ketua umum Partai Amanat Nasional itu.

Ketua Satgas evakuasi, Hassan Wirajuda menambahkan tidak semua WNI ingin kembali ke tanah air. Contohnya adalah para mahasiswa yang tidak ingin masa studinya dan ujiannya terputus.

Meski demikian, satgas tetap mendata para WNI yang hendak kembali. "Mereka sudah jauh hari terdaftar karena Kedutaan Besar memiliki 20 titik pusat informasi," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×