Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan semburan lumpur Sidoardjo milik PT Lapindo Brantas Inc. tidak mengandung minyak mentah.
Kesimpulan tersebut berasal dari penelitian dan analisa yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas (Lemigas) dari sejumlah titik semburan. Sampel lumpur diambil dari tanggul cincin (TC) 45, TC 44.1, dan TC 42.1. Sementara sampel minyak dan air diambil dari TC 46. Adapun sampel lumpur kering diambil dari Tanggul Intra Section 16 dan Tanggul PPI 18. Pengambilan sampel dilakukan oleh Lemigas pada 21 Maret 2008 dan 22 Maret 2008 bersama Direktorat Jenderal Migas Departemen ESDM dan Badan Geologi.
Lemigas mengaku telah menggunakan sejumlah teknik dalam melakukan analisa laboratorium lumpur tersebut. Yaitu Total Petroleum Hydrokarbon (TPH), analisa komposisi gas, analisa isotop hidrokarbon dan analisa kandungan minyak. Berdasarkan analisa itu, lampur Lapindo mengandung hidrokarbon namun konsentrasinya tergolong kecil. "Lemigas berkesimpulan, hidrokarbon yang tercampur dalam lumpur itu merupakan ceceran produk olahan dari minyak pelumas bekas," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen ESDM Sutisna Prawira, Senin (11/5).
Sehingga dugaan bahwa lumpur itu mengandung minyak mentah tidak terbukti. Sebab, selain kandungan minyaknya sangat kecil, lumpur tersebut justru lebih berupa lempung yang mengandung smectite, kaolinite, lilite serta sedikit clorite.
Sementara sampel gas yang diambil dari Tanggul Intra Section 22 dan 23 berupa gelembung gas, memperlihatkan bahwa gas tersebut merupakan gas methana hasil proses thermogenic yang tidak berbahaya. Sebab gas itu memiliki tekanan yang rendah dan langsung tersebar ke udara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













