kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Di Sritex, Jokowi ajak tinggalkan produk impor


Jumat, 21 April 2017 / 17:38 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk menghentikan kecintaan terhadap produk impor. Dia meminta masyarakat mengalihkan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Hal itu, dia sampikan saat meresmikan perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (21/4). Jokowi mengatakan, permintaan dam himbauan tersebut disampaikannya karena dia menilai masyarakat banyak yang masih gemar dengan produk dan merk luar negeri.

"Saya tahu banyak yang suka, kalau lihat di sini ada tulisan made in Indonesia langsung batal beli. Senangnya barang-barang impor. Ini yang harus dihentikan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (21/4).

Jokowi mengatakan, sebenarnya kalau masyarakat mau mengakui, produk Indonesia banyak yang berkualitas internasional. Salah satu produk yang Ia sebut buatan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang lebih dikenal dengan Sritex.

Produk tekstil perusahaan tersebut bahkan disebut Presiden sebagai merk Indonesia yang mampu berbicara banyak di pasar internasional.

"Sritex bukti merk Indonesia yang merajai pasar dunia. Mulai dari seragam militer, pakaian kerja, pakaian fesyen, dan pakaian anak semuanya dipasok Sritex. 60% produknya untuk ekspor, itu bukti," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×