CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Depnakertrans Jamin Tuntutan Buruh


Jumat, 01 Mei 2009 / 12:50 WIB


Reporter: Martina Prianti

JAKARTA. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) menjamin akan menampung aspirasi tuntutan yang disampaikan buruh yang disuarakan di jalan dalam peringatan hari buruh dunia.

Sekretaris Jenderal Depnakertrans Besar Setyoko mengatakan, tuntutan yang disampaikan pekerja bakal dibahas dalam forum tripartit nasional yang terdiri dari pemerintah. pengusaha, dan pekerja. "Apa yang disampaikan kepada pemerintah hari ini tentu kami sambut baik dan akan ditindaklanjuti," ucap Besar usai menerima perwakilan demo buruh di kantor Depnakertrans, Jumat (1/5)

Adapun tuntutan yang disampaikan buruh dalam peringatan May Day terbagi menjadai tiga. Pertama, menjadikan tanggal 1 May sebagai hari libur nasional. Kedua, meminta pemerintah meningkatkan jaminan sosial tenaga kerja. Ketiga, pemerintah menyediakan rumah dan tanah bagi pekerja.

Besar melanjutkan, soal tuntutan menjadikan 1 Mei sebagai hari llibur nasional, memerlukan kesepakatan bersama. Pasalnya, hal ini bukan hanya kewenangan Depnakertrans.

Pun demikian soal tuntutan perbaikan jaminan sosial bagi buruh. Sementara itu mengenai tuntutan penyediaan rumah dan tanah sebenarnya saat ini sudah mulai dilakukan pemerintah. "Untuk penyediaan rumah, pemerintah kan sudah menyediakan subsidi untuk kepemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami)," sambungnya.

Sementara itu perlu diketahui, saat berlangsungnya aksi buruh di Istana dan kantor Depnakertrans, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno saat ini tengah berada di pabrik elektronik PT Panasonic.

Martina Prianti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×