kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Darmin: Harga minyak turun, BBM tak perlu ikut turun


Senin, 14 Desember 2015 / 21:10 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA.  Meski harga minyak dunia terus turun, belum berarti pemerintah akan rela memangkas harga jual bahan bakar minyak (BBM).

Sebab, pemerintah mengaku penurunan harga minyak dunia saja belum cukup menjadi alasan untuk mengubah kebijakan administered price.

Harga minyak sudah turun ke level terendahnya sejak tahun 2009, yakni di kisaran US$ 35 per barrel. Harga minyak pun sudah ada di bawah rata-rata asumsi Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak Indonesia di APBN.

Namun, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, hal itu bukan faktor satu-satunya yang menjadi pertimbangan pemerintah.

"Kita masih terus melihat, belum bisa kita putuskan apakah akan turun atau tidak (harga) BBM," kata Darmin, Senin (14/12) di Istana Negara, Jakarta.

Selain itu, kebijakan naik atau turunnya harga BBM perlu dibicarakan lebih luas dampak positif negatifnya. Dalam hal ini, pemerintah masih perlu membicarakannya dengan Pertamina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×