Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah memacu proses perampingan portofolio BUMN. Salah satu sektor yang menjadi prioritas untuk segera dikonsolidasikan adalah sektor logistik, yang ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun ini.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan, proses konsolidasi ini sedang berjalan dan diharapkan menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Pihaknya membidik penyederhanaan struktur BUMN logistik agar lebih kompetitif di pasar.
"Jadi kami mulai langsung, Insya Allah mudah-mudahan dalam empat bulan ke depan sudah selesai. Masih ditargetkan rampung semester satu," ujarnya saat ditemui di Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Sempat Anjlok ke Rp 17.000, Ini Komentar Purbaya
Dony menjelaskan, konsolidasi ini tidak melibatkan BUMN pelayaran secara langsung, melainkan menyasar anak-anak usaha BUMN yang memiliki lini bisnis logistik namun masih tersebar di berbagai sektor.
Ia menyebutkan beberapa unit bisnis seperti Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, hingga KAI Logistik akan masuk dalam radar penataan. Langkah ini diambil karena Danantara melihat adanya fragmentasi yang cukup besar di lini logistik pelat merah.
"Itu totalnya banyak sekali kan (perusahaan BUMN Logistik). Kami mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong," tegas mantan Direktur Utama InJourney tersebut.
Lebih lanjut, Dony memaparkan, Danantara telah melakukan tinjauan bisnis fundamental (fundamental business review) terhadap seluruh perusahaan. Dari hasil tinjauan tersebut, Danantara menetapkan empat langkah strategi streamlining atau perampingan, yaitu likuidasi, divestasi, konsolidasi (merger), dan restrukturisasi.
Dia bilang, merger menjadi jalan keluar bagi BUMN logistik agar struktur biaya menjadi lebih efisien. Dengan pengurangan jumlah entitas, diharapkan performa BUMN di bawah naungan Danantara akan menjadi lebih kokoh.
"Jadi nanti seluruh BUMN-nya akan sehat, buatkan jumlahnya menjadi sedikit," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













