kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Dana mega proyek listrik akan dihemat


Selasa, 25 Agustus 2015 / 18:52 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah mengaku akan segera mulai mengerjakan proyek transmisi listrik. Namun, proyek ini dinilai akan menyerap anggaran lebih kecil dari perkiraan semula.

Sebab, pemerintah akan melakukan efisiensi selain karena ada faktor turunnya harga bahan baku, mengikuti perkembangan harga komoditas dunia.

Upaya efisiensi itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sore ini, Selasa (25/8) di kantornya.

Usai rapat JK mengatakan, untuk mengefisienkan anggaran pemerintah akan membentuk perusahaan konsorsium penyuplai bahan baku, dalam hal ini baja.

Dengan membuat konsorsium, maka harga baja untuk bahan baku akan flat, tidak akan berbeda-beda.

Konsorsium itu akan dipimpin oleh PT Krakatau Steel Tbk bersama perusahaan-perusahaan swasta yang bergerak di industri baja.

Efisiensi yang ditimbulkan juga diklaim akan sangat signifikan. "Bisa sampai 20%-30% bahkan 50% dari anggaran semula," ujar JK, Selasa (25/8) di kantornya, Jakarta.

Pemerintah menganggarkan dana yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek itu mencapai Rp 250 triliun.

Pendanaannya akan berasal dari berbagai sumber baik Penyertaan Modal dalam Negeri (PMN), pinjaman billateral amupun multilateral.

Rencananya, pemerintah akan membagi pengerjaan proyek ini dalam dua tahap.

Tahun ini pengerjaan proyek akan dimulai bulan September nanti sepanjang 27.000 kilometer. Diharapkan, semua kontrak, tender dan konstruksi sudah mulai dijalankan.

JK meminta transmisi ini sudah siap sebelum pembangkit listrik sebesar 35.000 Mega watt selesai dibangun.

Jadi, begitu pembangkit selesai, maka listriknya sudah bisa dialirkan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir bilang pihaknya akan menjadi leading sector dalam pembangunan itu.

Semua proses tender hingga konstruksi akan terpusat dibawah tanggungjawab PLN.

Namun, dalam pelaksanaannya akan diserahkan ke pihak swasta, termasuk perusahaan swasta di daerah.

Ini bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah dan memperbesar penyerapan tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×