kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

China melambat, Indonesia lirik negara lain


Rabu, 12 Maret 2014 / 22:39 WIB
China melambat, Indonesia lirik negara lain
ILUSTRASI. Siap Dikunjungi, Ini Jadwal & Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 25/10/2022


| Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Hubungan Indonesia dengan China sebenarnya sangatlah penting karena sampai saat ini China ada dalam posisi teratas tujuan ekspor non migas Indonesia. Tapi pertumbuhan China yang terus melambat tentu akan sangat berpengaruh terhadap kinerja ekspor Indonesia di tahun ini.

Itulah sebabnya pemerintah pun melirik negara lain sebagai tujuan ekspor. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya melihat non tradisional market. 

Pertumbuhan ekonomi Afrika Selatan, Peru, dan Nigeria yang sedang tinggi menjadi pasar baru bagi Indonesia. Target produk yang akan dijajal Indonesia akan dimulai dengan produk-produk sederhana seperti kelapa sawit, kertas, dan makanan. "Ini pasar-pasar non tradisional," ujar Lutfi yang dijumpai di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Rabu (12/3). 

Makanannya pun adalah makanan jadi yang berasal dari perusahaan besar seperti PT Indofood dengan produk Indomie. Secara keseluruhan, Lutfi melihat ekonomi global akan membaik tahun ini. Naik dari 2,5% di tahun lalu menjadi 3,5% perkiraan di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×