kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Budi Gunadi sebut Indonesia dan WHO finalisasi konsep pengembangan vaksin Covid-19


Jumat, 30 Juli 2021 / 13:01 WIB
ILUSTRASI. Menkes Budi Gunadi Sadikin sebut Indonesia dan WHO finalisasi konsep pengembangan vaksin Covid-19


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, pihaknya sedang dalam finalisasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengembangkan vaksin dengan teknologi nucleid MRNA atau vaksin DNA di Indonesia. 

"Terkait dengan vaksin ini, saya sedang finalisasi dengan WHO untuk bisa membangun up global health untuk vaksin dengan teknologi nucleid MRNA atau DNA di Indonesia," kata Budi dalam acara Universitas Airlangga secara daring, Jumat (30/7/2021). 

Budi berharap para ahli molekuler Universitas Airlangga dapat bekerja sama dengan Kemenkes untuk meyakinkan WHO terkait pengembangan vaksin dengan teknologi nucleid MRNA tersebut. 

Baca Juga: Permintaan booster vaksin ikut melecut target penjualan vaksin Pfizer

"Karena dari sisi tataran ketahanan sistem ketahanan global dirasakan perlu memiliki beberapa global health untuk vaccination," ujarnya.  Lebih lanjut, Budi mendorong Unair untuk mempercepat uji klinis Vaksin Merah Putih sehingga dapat segera diproduksi. 

"Jangan bosan-bosan mengingatkan saya untuk bisa mendorong percepatan dari uji klinik dan juga percepatan dari kemungkinan produksi vaksin Indonesia, vaksin merah putih," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes Sebut RI dan WHO Finalisasi Konsep Pengembangan Vaksin Covid-19 Teknologi Baru".
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Krisiandi

Selanjutnya: Permintaan booster vaksin ikut melecut target penjualan vaksin Pfizer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×