kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Brunei akan Beli Alutsista Produksi Indonesia Senilai Rp 5,04 miliar


Kamis, 29 April 2010 / 16:55 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah terus mengembangkan industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri. Caranya dengan membuka pasar alutsista ke luar negeri. Salah satu yang berminat dengan industri alutsista dalam negeri adalah Brunei Darusalam.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa pemerintah Brunei Darussalam berminat untuk melakukan pembelian pengadaan perlengkapan militer. "Nilai transaksinya mencapai Rp 5,04 miliar," ujar Marty dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (29/4). Brunei akan membeli berbagai produk pertahanan militer seperti kapal cepat, perlengkapan baju militer, kitchen mobile, tenda, dan bahan parasut.

Penjualan ini merupakan hasil dari partisipasi Indonesia dalam pameran pertahanan yang dilakukan oleh Brunei pada tahun lalu. "Kita aktif berpatisipasi," ujar Marty.

Menlu juga mengakui bahwa pasar Asia Tenggara memang menjadi incaran untuk menjual produk alutsista dalam negeri. Salah satu yang juga yang sedang diincar adalah negara Malaysia. yang sedang diincar adalah negara Malaysia.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan tengah menjajaki penjualan panser produksi PT Pindan ke negeri Malaysia ini. "KBRI Kuala Lumpur terus aktif dalam forum general border committe untuk melakukan kerjasama," ujar Marty.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×