Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih ada 11,35% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah pada 2026.
Angka tersebut menunjukkan persoalan pendidikan masih menjadi tantangan di Indonesia.
Berdasarkan laporan berjudul Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang diunggah pada 5 Oktober 2026, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah memang menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir.
Pada 2022, angkanya tercatat 12,49%, kemudian turun menjadi 12,26% pada 2023.
Angka tersebut kembali turun menjadi 11,44% pada 2024 dan 11,37% pada 2025. Pada 2026, persentasenya kembali menurun tipis menjadi 11,35%.
Baca Juga: BI: Pertumbuhan Uang Primer (M0) Melambat Tajam, Jadi 9,3% YoY Per September 2026
Dengan demikian, dalam periode 2022-2026, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah turun 1,14 poin persentase. Namun, jika dibandingkan dengan 2025, penurunannya hanya 0,02 poin persentase.
Selain penduduk yang tidak mempunyai ijazah, BPS mencatat 23,66% penduduk usia 15 tahun ke atas memiliki tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada jenjang SD atau sederajat pada 2026.
Persentase tersebut juga turun dibandingkan 2025 yang mencapai 23,90%. Pada 2022, penduduk usia 15 tahun ke atas dengan pendidikan tertinggi SD atau sederajat tercatat 24,83%.
Kesenjangan Antarwilayah
Laporan tersebut juga menunjukkan kondisi pendidikan berbeda cukup lebar antarprovinsi. Pada 2026, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah tercatat 2,76% di DKI Jakarta, sedangkan di Kalimantan Barat mencapai 17,94%.
Beberapa provinsi lain juga mencatat persentase relatif tinggi, seperti Nusa Tenggara Barat 17,70%, Nusa Tenggara Timur 16,23%, dan Jawa Timur 15,05%.
Di Jawa Tengah, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah mencapai 14,81%. Sementara itu, Jawa Barat tercatat 8,79% dan Banten 7,02%.
Kesenjangan juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal. Di Jawa Timur, misalnya, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah mencapai 21,14% di daerah perdesaan, jauh lebih tinggi dibandingkan 10,65% di perkotaan.
Di NTB, angkanya mencapai 21,93% di perdesaan dan 14,15% di perkotaan. Sementara di Jawa Tengah, masing-masing tercatat 17,60% dan 12,50%.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI-Polri di Istana, Ini yang Dibahas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














