kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

BPOM cek kebenaran tudingan produk Johnson berbahaya


Selasa, 01 November 2011 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Target produksi batubara PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) di 2021 capai 37 juta ton


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can


JAKARTA. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengetahui kebenaran klaim adanya produk Johnson & Johnson's yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kepala BPOM Kustantinah mengaku akan mengecek kabar tersebut.

"Saya cek dulu ya," katanya dalam pesan pendek kepada KONTAN, Selasa (1/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, koalisi kelompok kesehatan yang mengatasnamakan diri Campaign for Safe Cosmetics menuding produk sampo Johnson & Johnson menggunakan bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan kanker. Temuan itu ditemukan pada produk yang beredar di Amerika, Kanada, China, Australia dan termasuk di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian yang ditulis oleh Associated Press, salah satu bahan kimia berbahaya yang terdeteksi pada sampo bayi Johnson & Johnson adalah quaternium-15. Bahan kimia ini merupakan pengawet yang membunuh bakteri dengan mengeluarkan formaldehyde.

Ketika dikonfirmasi, Johnson & Johnson menjelaskan, pihaknya sudah mengurangi dua bahan kimia tersebut secara bertahap. Namun, Johnson & Johnson tak merespon secara langsung tuntutan Campaign for Safe Cosmetics.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×