kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BLSM bukan untuk menolong, tapi sogokan ekonomi


Minggu, 16 Juni 2013 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melakukan absensi di salah satu perkantoran di Jakarta, Rabu


Sumber: Tribunnews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA Pemerintah berencana menaikkan harga BBM. Kenaikan itu dibarengi dengan program pemerintah yakni BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat).

"BLSM bukan untuk menolong karena sementara tapi untuk melakukan sogokan ekonomi untuk meredam kemarahan atas kebijakan kenaikan BBM," kata aktivis Petisi 28 Haris Rusli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (16/6/2013).

Haris mengatakan kebijakan BLSM hanya menguntungkan Partai Demokrat untuk Pemilu 2014. "Menyelamatkan PD dari kebangkuratn politik agar terpilih lagi," kata Haris. Dia menambahkan, tidak ada niat baik pemerintah untuk menolong rakyat. Seharusnya anggaran milik rakyat tersebut bukan dengan BLSM.

"Terkait kebijakan terhadap BLSM, kami menilai kebijakan BLT atau BLSM. Pemerintah dalam hal ini memposisikan sebagai pihak lain yang mengkasihani rakyat padahal pemerintahan SBY itu dipilih rakyat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×