kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BLSM bukan untuk menolong, tapi sogokan ekonomi


Minggu, 16 Juni 2013 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melakukan absensi di salah satu perkantoran di Jakarta, Rabu


Sumber: Tribunnews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA Pemerintah berencana menaikkan harga BBM. Kenaikan itu dibarengi dengan program pemerintah yakni BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat).

"BLSM bukan untuk menolong karena sementara tapi untuk melakukan sogokan ekonomi untuk meredam kemarahan atas kebijakan kenaikan BBM," kata aktivis Petisi 28 Haris Rusli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (16/6/2013).

Haris mengatakan kebijakan BLSM hanya menguntungkan Partai Demokrat untuk Pemilu 2014. "Menyelamatkan PD dari kebangkuratn politik agar terpilih lagi," kata Haris. Dia menambahkan, tidak ada niat baik pemerintah untuk menolong rakyat. Seharusnya anggaran milik rakyat tersebut bukan dengan BLSM.

"Terkait kebijakan terhadap BLSM, kami menilai kebijakan BLT atau BLSM. Pemerintah dalam hal ini memposisikan sebagai pihak lain yang mengkasihani rakyat padahal pemerintahan SBY itu dipilih rakyat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×