kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI: Belum ada urgensi terbitkan rupiah digital


Selasa, 29 Juni 2021 / 20:20 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki urgensi untuk menerbitkan rupiah digital atau central bank digital currency (CBDC). 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, bila dibandingkan dengan negara-negara lain, memang ada beberapa alasan yang mendasari keputusan itu. 

“Salah satunya, kita beda dengan negara lain yang preferensi masyarakat akan uang tunainya rendah. Indonesia sekarang ini masih menunggu urgensi,” jelas dia, Jumat (25/6). 

Meski belum menjadi urgensi, Erwin bilang, bank sentral tetap akan melakukan kajian. Bahkan, BI berencana untuk membuat tim khusus terkait CBDC ini. 

Baca Juga: Meski pandemi, rasio kecukupan modal perbankan makin menebal

Tim khusus akan membahas tentang pengembangan konsep rupiah digital, platform yang akan digunakan, juga akan berkoordinasi dengan semua otoritas dalam pengembangannya di pasar uang maupun sistem pembayaran. 

“Namun, meski urgensi rendah, kami tetap siapkan. Karena ini kan di area bank sentral. Tugas bank sentral adalah cetak duit, apalagi di tengah digitalisasi kita juga perlu uang digital. Tapi, tunggu tanggal mainnya,” pungkas Erwin. 

Selanjutnya: Pertumbuhan utang luar negeri Indonesia melambat pada awal kuartal II

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×