kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.682   38,52   0,68%
  • KOMPAS100 734   6,20   0,85%
  • LQ45 557   4,12   0,75%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   1,73   0,55%
  • IDXHIDIV20 389   -0,44   -0,11%
  • IDX80 83   0,69   0,83%
  • IDXV30 106   -0,49   -0,46%
  • IDXQ30 102   0,14   0,14%

BI: Belum ada urgensi terbitkan rupiah digital


Selasa, 29 Juni 2021 / 20:20 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki urgensi untuk menerbitkan rupiah digital atau central bank digital currency (CBDC). 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, bila dibandingkan dengan negara-negara lain, memang ada beberapa alasan yang mendasari keputusan itu. 

“Salah satunya, kita beda dengan negara lain yang preferensi masyarakat akan uang tunainya rendah. Indonesia sekarang ini masih menunggu urgensi,” jelas dia, Jumat (25/6). 

Meski belum menjadi urgensi, Erwin bilang, bank sentral tetap akan melakukan kajian. Bahkan, BI berencana untuk membuat tim khusus terkait CBDC ini. 

Baca Juga: Meski pandemi, rasio kecukupan modal perbankan makin menebal

Tim khusus akan membahas tentang pengembangan konsep rupiah digital, platform yang akan digunakan, juga akan berkoordinasi dengan semua otoritas dalam pengembangannya di pasar uang maupun sistem pembayaran. 

“Namun, meski urgensi rendah, kami tetap siapkan. Karena ini kan di area bank sentral. Tugas bank sentral adalah cetak duit, apalagi di tengah digitalisasi kita juga perlu uang digital. Tapi, tunggu tanggal mainnya,” pungkas Erwin. 

Selanjutnya: Pertumbuhan utang luar negeri Indonesia melambat pada awal kuartal II

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×