kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Begini imbauan PBNU soal shalat Idul Adha saat pandemi Covid-19


Kamis, 30 Juli 2020 / 17:34 WIB
Begini imbauan PBNU soal shalat Idul Adha saat pandemi Covid-19
ILUSTRASI. SHALAT IDUL ADHA. KONTAN/Fransiskus Simbolon/01/09/2017

Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mempersilakan daerah yang masuk kategori zona hijau atau wilayah yang tidak memiliki kasus terkonfirmasi Covid-19, menggelar shalat Idul Adha, pada Jumat (31/7/2020). 

Namun ia menekankan, pelaksanaan shalat harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Dalam rangka menjalankan shalat Idul Adha bagi daerah-daerah yang masuk kategori zona hijau maka dipersilakan melaksanakan salat Idul Adha sebagaimana lazimnya,” kata Robikin Emhas dalam keterangan pers di Graha BNPB, Kamis (30/7/2020). 

Robikin menuturkan, shalat Idul Adha bisa dilakukan di tempat-tempat yang memenuhi syarat, seperti masjid atau lapangan terbuka. Kendati demikian, ia menganjurkan agar anak-anak dan orang yang sedang sakit tetap melaksanakan shalat di rumah agar tidak mudah tertular virus corona. 

Baca Juga: Askrindo Syariah salurkan bantuan hewan kurban di beberapa masjid

“Bisa di masjid, bisa di tanah lapang, bisa di gedung-gedung, bisa juga di surau atau musala, yang penting memenuhi syarat,” kata Robikin. 

“Meskipun hijau, bagi anak-anak dan orang yang sedang sakit, atau orang yang sedang usia uzur atau usia rentan maka dianjurkan untuk menjalankan shalat Idul Adha di rumah masing-masing,” tutur dia. 
Kemudian, masyarakat diimbau untuk wudu dan mencuci tangan dari rumah sebelum keluar melaksanakan shalat Idul Adha. Robikin juga mengingatkan soal penggunaan masker saat shalat di luar rumah dan menyarankan umat membawa alat shalat serta sajadahnya sendiri. 

“Datang ke tempat shalat sudah mengenakan masker, jangan ada yang tidak menggunakan masker. Tidak cukup itu, juga harus membawa alat shalat sendiri, bisa berupa sajadah, bisa berupa sarung yang dilipat,” ucap Robikin. 

Selanjutnya, Robikin mengimbau agar umat tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun di tempat shalat. Terakhir, ia mengingatkan tradisi bertemu dengan saudara dan sesama umat Islam, cukup dengan memberikan tanda hormat atau salam tanpa saling bersentuhan. 

Baca Juga: Setelah salat Idul Adha, segera tinggalkan masjid atau tempat ibadah

“Cukup kita memberikan tanda hormat, tanda salam, dengan meletakkan tangan misalnya di dada, membungkukkan badan sedikit, termasuk kepala dan memberikan senyum atau mengatakan sesuatu yang hendak dikatakan,” ujar Robikin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Imbauan PBNU soal Shalat Idul Adha di Saat Pandemi Covid-19"

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×