kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

BBM naik November, BI rate diprediksi naik 25 bps


Rabu, 15 Oktober 2014 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) masih melalui proses seleksi dan uji tuntas terhadap rencana akuisisi perkebunan sawit.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Keras beredar isu bahwa pemerintahan baru akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada bulan November tahun ini. Kenaikan ini akan menyebabkan tekanan pada inflasi.

Kepala Ekonom Mandiri Destry Damayanti menghitung  apabila harga BBM jadi dinaikkan November dengan besar Rp 3.000 maka inflasi tahunan 2014 yang terjadi mencapai 8,47%. Imbasnya, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps pada pertengahan November 2014 menjadi 7,75%. 

"Dan cenderung flat hingga akhir tahun 2015," ujar Destry di Jakarta, Rabu (15/10). Menurut Destry, dengan kenaikan Rp 3.000, BI cukup merespon dengan menaikkan suku bunga 25 bps.

Dirinya sendiri menginginkan agar semakin cepat semakin baik pemerintah baru menaikkan harga. Kalau ada kenaikan Rp 3.000 pada bulan November, hitungan Destry ada penghematan anggaran hingga Rp 141 triliun dalam satu tahun. "Kita sudah menunggu terlalu lama. Naikkan BBM akan buat market konfidens," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×