kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.869   23,00   0,14%
  • IDX 8.963   26,62   0,30%
  • KOMPAS100 1.236   6,73   0,55%
  • LQ45 871   3,33   0,38%
  • ISSI 326   2,30   0,71%
  • IDX30 442   2,44   0,56%
  • IDXHIDIV20 522   4,49   0,87%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   1,43   0,99%
  • IDXQ30 142   1,13   0,81%

BBM naik November, BI rate diprediksi naik 25 bps


Rabu, 15 Oktober 2014 / 18:34 WIB
BBM naik November, BI rate diprediksi naik 25 bps
ILUSTRASI. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) masih melalui proses seleksi dan uji tuntas terhadap rencana akuisisi perkebunan sawit.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Keras beredar isu bahwa pemerintahan baru akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada bulan November tahun ini. Kenaikan ini akan menyebabkan tekanan pada inflasi.

Kepala Ekonom Mandiri Destry Damayanti menghitung  apabila harga BBM jadi dinaikkan November dengan besar Rp 3.000 maka inflasi tahunan 2014 yang terjadi mencapai 8,47%. Imbasnya, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps pada pertengahan November 2014 menjadi 7,75%. 

"Dan cenderung flat hingga akhir tahun 2015," ujar Destry di Jakarta, Rabu (15/10). Menurut Destry, dengan kenaikan Rp 3.000, BI cukup merespon dengan menaikkan suku bunga 25 bps.

Dirinya sendiri menginginkan agar semakin cepat semakin baik pemerintah baru menaikkan harga. Kalau ada kenaikan Rp 3.000 pada bulan November, hitungan Destry ada penghematan anggaran hingga Rp 141 triliun dalam satu tahun. "Kita sudah menunggu terlalu lama. Naikkan BBM akan buat market konfidens," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×