kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Bapenas merevisi target angka pengangguran 2012


Rabu, 09 Mei 2012 / 23:00 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan menggunakan payung saat hujan deras yang mengguyur Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2020). Cuaca besok di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana merevisi target pertumbuhan angka pengangguran di Indonesia. Dia mengungkapkan, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%, maka angka pengangguran diprediksi berkisar antara 5,8% hingga 6,1% pada tahun ini. Angka ini lebih rendah dari target sebelumnya sebesar 6% hingga 6,4%.

"Setelah rilis BPS, kami melakukan simulasi lagi dan cukup percaya diri di angka 5,8% itu. Ada potensi, target penurunan jumlah pengangguran bisa tercapai di 2013," jelasnya.

Hanya saja, dia mengaku, untuk mencapai target angka kemiskinan yang dipatok pada angka 8%-10% di 2014 cukup berat. Ia memperkirakan, pada tahun ini, setidaknya angka kemiskinan berada di kisaran 11,5%. Untuk itu, pihaknya mengaku tengah mengonsolidasikan kembali pelbagai program pengentasan kemiskinan agar bisa berjalan baik dari tingkat nasional hingga daerah.

Terkait target tersebut, pertumbuhan ekonomi harus lebih baik. Sementara ini, pertumbuhan ekonomi cenderung melambat karena tingkat ekspor yang belum sesuai harapan. "Kemarin, tingkat ekspor baru 7%, padahal seharusnya 10%. Pertumbuhan konsumsi sudah cukup baik, investasi pun bagus. Jadi tinggal tingkat ekspor karena kontribusinya mencapai 25%" tandasnya.

Selain itu, tingkat konsumsi masyarakat maupun investasi juga harus digenjot. Apalagi, pada tahun ini, tersedia anggaran belanja sekitar Rp 161 triliun. Bahkan untuk tahun depan, sudah ada tambahan dana pagu indikatif sebesar Rp 32 triliun untuk belanja modal dengan target pertumbuhan investasi sebesar 11%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×