kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Bank Indonesia optimistis neraca pembayaran surplus US$ 4 miliar


Jumat, 28 Desember 2018 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Dewan Gubernur Bank Indonesia


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV-2018 akan surplus sebesar US$ 4 miliar. Optimisme tersebut didasarkan pada derasnya aliran modal asing yang masuk melalui penanaman modal asing (PMA), investasi portfolio dan investasi lainnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan, aliran modal asing akan terus mengalir ke pasar domestik pada Desember 2018 ini. Hal ini disokong sentimen positif dari kebijakan pemerintah yang menerbitkan obligasi global  sebesar US$ 3 miliar. Dengan kondisi  ini, Perry optimis kondisi rupiah ke depan akan stabil. Pasalnya fundamental ekonomi dalam negeri menunjukkan perbaikan.

"Surplus ini membuat rupiah stabil dan menguat," ujarnya, Jumat (28/12). 

Faktor lain yang mendorong NPI surplus adalah pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang diprediksi akan lebih tinggi berada di kisaran 5% - 5,4%. Kemudian, inflasi rendah terkendali dikisaran 3,5%. Selain itu, BI juga akan bekerjasama dengan pemerintah untuk mengupayakan CAD 2019 turun menjadi 2,5%.

Sementara dari sisi global, BI melihat tekanan tidak akan sekuat di tahun 2018. The Fed diperkirakan hanya akan dua kali menaikkan suku bunga acuannya. "Premi risiko membaik sehingga dari sisi global memberikan faktor positif bagi aliran modal asing masuk sehingga mendukung pergerakan rupiah lebih baik," ujarnya.

Meski begitu, Perry tetap memprediksi defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal IV-2018  tetap akan berada di atas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Apalagi Badan Pusat Statistik (BPS) merilis selama September hingga November 2018 neraca dagang hanya surplus di bulan September sebesar US$ 227 juta. Sedangkan Oktober defisit US$ 1,82 miliar, dan November semakin dalam yakni US$ 2,05 miliar.

Sebelumnya, dalam rapat dewan gubernur (RDG) Perry menyebut aliran modal asing yang masuk pada November ini sebesar US$ 7,9 miliar melalui surat berharga negara (SBN), saham maupun penerbitan obligasi korporasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×