kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.697   16,00   0,09%
  • IDX 6.482   -52,46   -0,80%
  • KOMPAS100 860   -6,34   -0,73%
  • LQ45 654   -5,44   -0,83%
  • ISSI 224   -0,87   -0,39%
  • IDX30 363   -3,26   -0,89%
  • IDXHIDIV20 453   -4,72   -1,03%
  • IDX80 98   -0,70   -0,71%
  • IDXV30 125   -0,98   -0,78%
  • IDXQ30 117   -1,08   -0,91%

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KPR tumbuh 12,79% di kuartal II


Kamis, 15 Agustus 2019 / 12:46 WIB
ILUSTRASI. Proyek pembangunan perumahan


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyatakan volume penjualan rumah terkontraksi 15,79% yoy. Sejalan dengan itu pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada kuartal II-2019 hanya 12,79% yoy melambat dari 15,67% yoy di kuartal sebelumnya.

Selain itu, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FKPP) pada kuartal II-2019 tercatat Rp 1,69 triliun, lebih rendah dari kuartal I-2019 yang tercatat Rp 2,66 triliun.

Baca Juga: Perpres kendaraan listrik diterbitkan, simak jenis insentif fiskal yang ditawarkan

Secara akumulasi, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada semester I-2019 mencapai Rp 4,35 triliun atau 61,3% dari target FLPP 2019 sebesar Rp 7,1 triliun.

Seperti yang diketahui, sebagian besar konsumen memanfaatkan fasilitas KPR untuk melakukan pembiayaan pembelian rumah.

Mengacu hasil survei BI, Kamis (15/8), mengindikasikan 74,32% konsumen menggunakan fasilitas KPR, 19,95% dengan tunai bertahap dan 6,64% secara tunai.

Baca Juga: Sepanjang kuartal II BI catat volume penjualan properti terkontraksi 15,79%

Sedangkan bagi pengembang, dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembangunan properti residensial.

Pada kuartal II-2019 rata-rata penggunaan dana internal pengembang untuk pembangunan properti residensial sebesar 60,57%, pinjaman perbankan 27,54% dan pembayaran konsumen sebesar 9,8%. Berdasarkan  komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari laba ditahan 58,9% dan modal disetor 37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×