kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KPR tumbuh 12,79% di kuartal II


Kamis, 15 Agustus 2019 / 12:46 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KPR tumbuh 12,79% di kuartal II
ILUSTRASI. Proyek pembangunan perumahan


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyatakan volume penjualan rumah terkontraksi 15,79% yoy. Sejalan dengan itu pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada kuartal II-2019 hanya 12,79% yoy melambat dari 15,67% yoy di kuartal sebelumnya.

Selain itu, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FKPP) pada kuartal II-2019 tercatat Rp 1,69 triliun, lebih rendah dari kuartal I-2019 yang tercatat Rp 2,66 triliun.

Baca Juga: Perpres kendaraan listrik diterbitkan, simak jenis insentif fiskal yang ditawarkan

Secara akumulasi, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada semester I-2019 mencapai Rp 4,35 triliun atau 61,3% dari target FLPP 2019 sebesar Rp 7,1 triliun.

Seperti yang diketahui, sebagian besar konsumen memanfaatkan fasilitas KPR untuk melakukan pembiayaan pembelian rumah.

Mengacu hasil survei BI, Kamis (15/8), mengindikasikan 74,32% konsumen menggunakan fasilitas KPR, 19,95% dengan tunai bertahap dan 6,64% secara tunai.

Baca Juga: Sepanjang kuartal II BI catat volume penjualan properti terkontraksi 15,79%

Sedangkan bagi pengembang, dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembangunan properti residensial.

Pada kuartal II-2019 rata-rata penggunaan dana internal pengembang untuk pembangunan properti residensial sebesar 60,57%, pinjaman perbankan 27,54% dan pembayaran konsumen sebesar 9,8%. Berdasarkan  komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari laba ditahan 58,9% dan modal disetor 37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×