kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Bank Indoensia Proyeksikan Inflasi Inti pada 2023 Akan Kembali Ke Target Sasaran


Sabtu, 01 Oktober 2022 / 22:57 WIB
Bank Indoensia Proyeksikan Inflasi Inti pada 2023 Akan Kembali Ke Target Sasaran
ILUSTRASI. Pedagang melayani pembeli di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (30/9/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/foc.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi inti yang saat ini dalam tren kenaikan, akan kembali ke kisaran target yakni 3% plus minus 1% pada kuartal III tahun depan.

“Bank Indonesia memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3% plus minus 1% pada paruh kedua 2023,” tutur Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Wahyu Agung Nugroho, dalam agenda pelatihan media, Sabtu (1/10).

Wahyu meyakini dengan langkah dan stabilitas yang Bank Indonesia lakukan pada kuartal III nantinya, inflasi inti akan kembali ke kisaran sasaran.

Salah satunya dengan melakukan Gerakan pengendalian inflasi pangan, dengan melakukan koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Sudah Terjadi Sejak Awal Tahun, Begini Respons BI

TPIP dan TPID tersebut akan semakin diperkuat melalui efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Menurutnya, Gerakan tersebut akan menjadi langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional.

“Ini sudah kita implementasikan di banyak daerah dan hasilnya seperti kita lihat inflasi pangan pada September sudah mulai menurun dibandingkan sebelumnya. Dulunya inflasi pangan bisa double digit sekarang sudah 8%,” katanya.

Lebih lanjut, dia berharap, ke depan inflasi pangan bisa turun sampai 6% atau bahkan 5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×