kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Bahas potensi perang dagang, Menko Ekonomi panggil para menteri hari ini


Minggu, 08 Juli 2018 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. tim ekonomi kabinet - perencanaan pembangunan nasional


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengadakan rapat Koordinasi tentang perumusan strategi kebijakan menghadapi dampak perang dagang yang dipicu Amerika Serikat dan China, serta kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat.

Menurut pantauan Kontan.co.id, pada Jam 15.00 WIB beberapa menteri sudah hadir seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita.

Selang 15 menit, Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir dengan memberikan sedikit komentar ketika ditanya sejumlah wartawan terkait urgensi Rakor pada hari minggu. “(Rapatnya Minggu) Karena nanti di pakai di Hari Senin,” ujarnya di Gedung Kemenko, Minggu (8/7).

Selanjutnya, pada Pukul 15.20 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Kepala Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong datang tanpa memberikan komentar kepada awak media.

Sekadar informasi, per Jumat lalu, AS sah menerapkan tarif baru yang tinggi untuk mempersulit masuknya produk impor China. Tarif ini akan berdampak pada US$ 34 miliar produk China ke AS.

Sebagai balasan, seperti dikutip BBC, China membalas dengan tarif tinggi sampai 25% atas 545 produk AS, termasuk mobil, kacang kedelai, sampai lobster. Imbasnya pun mengenai sekitar US$ 34 miliar produk impor dari AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×