kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Anggota DPR suarakan kekhawatiran soal Papua di rapat Paripurna


Selasa, 20 Agustus 2019 / 16:12 WIB
Anggota DPR suarakan kekhawatiran soal Papua di rapat Paripurna
ILUSTRASI. RAPAT PARIPURNA DPR

Reporter: Grace Olivia | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah interupsi menjadi pembuka Rapat Paripurna DPR RI hari ini, Selasa (20/8). Sejumlah anggota DPR menyampaikan perhatian dan kekhawatiran mengenai isu rasisme yang menyulut kemarahan masyarakat Papua. 

Anggota legislatif Partai Demokrat Michael Wattimena menyampaikan protesnya terkait tindakan persekusi yang terjadi pada mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. 

“Mahasiswa itu harusnya diproteksi, bukan justru dipersekusi. Kami minta kepada Kapolri mengusut siapa yang sebenarnya di balik kejadian ini,” ujar anggota dapil {a[ua Barat tersebut. 

Baca Juga: AAUI: Aset rusak akibat kerusuhan SARA, pemegang polis bisa mengajukan klaim asuransi

Tak hanya siapa pelaku sebenarnya penurunan dan pelemparan bendera merah putih ke selokan, Michael juga meminta agar kepolisian mengusut siapa yang memviralkan peristiwa tersebut. 

Anggota fraksi Partai Gerindra asal Papua Steven Abraham juga ikut bersuara. Ia bahkan meminta ketegasan untuk mencopot jabatan siapa pun anggota TNI atau Polri yang terlibat dalam peristiwa rasisme terhadap mahasiswa asal Papua tersebut. 

“Pemerintah jangan gampang saja mengatakan video-video itu hoax. Ini akan menimbulkan perpecahan jika tidak ditangani dengan cepat,” kata Abraham dalam Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon itu. 

Baca Juga: Staf Khusus Presiden Jokowi meminta oknum penyebab kerusuhan diusut tuntas

Adapun, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat beberapa hari terakhir. Hal ini dipicu oleh beredarnya kabar dan video yang menunjukkan adanya pengepungan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya oleh warga dan sejumlah aparat. 

Peristiwa ini bahkan ditanggapi Presiden Joko Widodo. Ia meminta agar warga di Papua dan Papua Barat tak terpancing emosi dan bersabar menghadapi dugaan rasisme tersebut. 




TERBARU

Close [X]
×