kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.978   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.007   121,05   2,06%
  • KOMPAS100 796   20,90   2,70%
  • LQ45 599   12,57   2,14%
  • ISSI 206   4,59   2,28%
  • IDX30 341   6,62   1,98%
  • IDXHIDIV20 421   6,87   1,66%
  • IDX80 90   2,13   2,43%
  • IDXV30 113   2,38   2,16%
  • IDXQ30 110   1,76   1,63%

AMRO: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2023 Berpotensi Melambat Menjadi 5,0%


Jumat, 13 Januari 2023 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diproyeksi hanya 5%


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kantor Riset Ekonomi Makro ASEAN+3 (AMRO) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 melambat dari tahun 2022 silam.

Ketua Ekonom AMRO Sumio Ishikawa memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2022 akan tumbuh di kisaran 5,0%, atau melambat dari perkiraan 5,3% pada tahun 2022.

Meski melambat, Ishikawa menilai perekonomian Indonesia tetap solid, di tengah gonjang-ganjing ekonomi global.

"Permintaan domestik tetap solid, sehingga menyokong pertumbuhan ekonomi di tengah potensi perlambatan ekonomi global," terang Ishikawa dalam keterangan resminya, Jumat (13/1).

Baca Juga: IMF Berharap Pertumbuhan Ekonomi Global di 2023 Bisa Stabil di Kisaran 2,7%

Selain permintaan domestik yang masih kuat, Ishikawa memuji bauran kebijakan yang diberikan oleh otoritas untuk menjaga inflasi dan stabilitas eksternal sehingga mendukung momentum pemulihan ekonomi.

Ia menambahkan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh melandai-nya inflasi.

Pada tahun 2022, inflasi mencapai 5,51% atau melampaui batas atas target Bank Indonesia (BI) yang sebesar 4% untuk sepanjang tahun lalu.

Ini karena kenaikan harga komoditas global yang tertransmisikan ke dalam negeri.

Nah, ada potensi melandai-nya harga komoditas pada tahun 2023. Sehingga, inflasi pada tahun 2023 akan kembali ke kisaran sasaran BI, tepatnya mulai pada kuartal IV-2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×