kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ahok temui JK bahas masalah Jakarta


Minggu, 23 September 2012 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Penjualan kendaraan roda dua yang menyediakan fasilitas pembiayaan di Tangerang Selatan, Senin (9/11/2020). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Sumber: Tribunnews | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertemu dengan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Pertemuan diadakan di kediaman JK, Jalan Brawijaya No. 6, Jakarta Selatan, Minggu (23/9).

Kedatangan Ahok ke kediaman JK untuk belajar dan mendengar pengalaman mantan wakil presiden itu dalam menjalankan pemerintahan dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Ahok yang datang dengan mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas langsung disambut oleh JK. Pendamping Jokowi itu lalu memperhatikan pendapat yang dikemukakan JK. "Ini ada hal yang harus diperhatikan di Jakarta yang menjadi masalah utama warga ibukota," kata JK.

JK mengatakan permasalahan kemacetan menyebabkan pengeluaran uang yang besar bagi warga ibukota. Selain itu, kemacetan juga mempengaruhi kondisi fisik seseorang.

JK juga menyoroti masalah banjir. Pemerintah, kata JK, masih menjalankan program setengah hati. "Langsung kasih Rp 1 triliun, selesai itu, buat apa kasih berapa miliar dulu. Jakarta ini hidupnya melebar, tidak ke atas," imbuhnya.

JK juga mengungkapkan Sungai Ciliwung kini menjadi lambang kekumuhan dan kemiskinan di Indonesia. "Kalau kita bikin rusun empat tingkat di sepanjang kali, itu berarti kita bikin atau ambil seperempat tanah," tuturnya.

Ahok tampak serius mendengarkan pendapat JK. Ia juga kerap melontarkan pertanyaan kepada JK. "Karya Bapak (JK) untuk bangsa ini, sudah banyak yang diterapkan," kata Ahok.

TRIBUNNEWS.COM Reporter Ferdinand Waskita

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×