kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

209,78 Hektare Karhutla Masih Dipadamkan, Pemerintah Perpanjang OMC


Rabu, 23 September 2026 / 16:45 WIB
209,78 Hektare Karhutla Masih Dipadamkan, Pemerintah Perpanjang OMC
ILUSTRASI. Kepala BNPB Suharyanto (Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan/BNPB)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan masih menyisakan 209,78 hektare lahan yang dalam proses pemadaman hingga Rabu (23/9/2026). 

Hal itu disampaikan langsung kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat daring di Istana Merdeka.

Suharyono mengatakan, tim di lapangan masih terus melakukan pemadaman terhadap area yang terbakar tersebut. Pemerintah juga memantau perkembangan luasan karhutla dari hari ke hari.

Baca Juga: Airlangga: Buffer APBN Cukup untuk Tahan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ujar Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (23/9/2026).

Menurut Suharyanto, pemerintah juga terus mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai bagian dari penanganan karhutla. OMC akan dilakukan setidaknya sampai musim hujan kembali normal.

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mempercepat penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. 

Sebelumnya, Pemerintah kembali mencabut izin usaha lima perusahaan sebagai bagian dari penegakan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kelima perusahaan tersebut berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Total luas konsesi kelima perusahaan mencapai 92.464 hektare.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pencabutan izin dilakukan karena perusahaan dinilai melakukan pelanggaran dan mengabaikan kewajiban dalam menjaga kawasan konsesinya. 

Namun sekali lagi karena mereka mengabaikan, tidak peduli dengan hal itu, maka hari ini lima tersebut saya cabut,” ujar Raja Juli dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

Kelima perusahaan tersebut yakni PT Wana Lestari Jaya di Sanggau dan Sekadau, Kalimantan Barat, dengan luas konsesi sekitar 29.140 hektare. 

Kemudian PT Prima Multi Buana di Banjar, Kalimantan Selatan, dengan luas konsesi 11.882 hektare. Selanjutnya PT Pancaran Wana Nusa di Lamandau, Kalimantan Tengah, dengan luas konsesi 3.812 hektare.

Dua perusahaan lainnya yakni PT Grace Putri Perdana yang beroperasi di Lamandau, Sukamara, dan Ketapang dengan luas konsesi 28.990 hektare serta PT Babugus Wahana Lestari di Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan luas konsesi 18.640 hektare.

Dari lima perusahaan tersebut, total area yang terbakar mencapai 1.169,13 hektare.

Baca Juga: RUU Ketenagakerjaan Dorong Kontrak Kerja 3 Tahun Jadi Jalan Tengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×