: WIB    —   
indikator  I  

Infrastruktur Tanjung Selor terus dipacu

Infrastruktur Tanjung Selor terus dipacu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan infrastruktur di salah satu Kota Baru Mandiri (KBM) yang terpilih untuk dikembangkan yaitu Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara terus dipercepat.

Dalam keterangan pers dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diterima KONTAN, Kamis (12/10) Presiden Joko Widodo katakan Tanjung Selor telah siap jadi lumbung investasi.

"Tadi saya sudah tanya kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati Bulungan, sudah disiapkan 11 ribu hektar," kata Presiden Jokowi.

Presiden melanjutkan akan masuk investasi besar di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Tanjung Selor lantaran sumber daya air yang melimpah di Kalimantan Utara.

Mewujudkan hal tersebut pada periode 2016-2018, Kementerian PUPR punya misi selesaikan pembangunan embung Tanjung Agung seluas 2,1 hektar berkapasitas 61.430 meter kubik yang bersumber dari Sungai Kayan.

Nantinya embung yang miliki anggaran pembangunan Rp 49 miliar ini akan dapat memenuhi kebutuhan 1.600 sambungan rumah (SR) atau 8.000 jiwa sebagai sumber air baku serta pengendali banjir.

Selain itu telah rampung pada 2015 pembangunan Instalasi Pembangunan Air Minum (IPA) Sabanar Lama berkapasitas 20 liter per detik dengan alokasi anggaran Rp 7,15 miliar.

Tahun ini satu IPA lagi yaitu, IPA Gunung Seriang dengan volume air 50 liter perdetij juga ditargetkan selesai. Hingga Oktober proyek bernilai Rp9,3 miliar ini telah 95% rampung.

Selain dari segi tata guna air, guna mendukung kelancaran pergerakan barang dari dan menuju Tanjung Selor, Kementerian PUPR juga akan garap jalan dan jembatan.

Di antaranya pembangunan jalan yang menghubungkan Tanjung Selor ke arah Tanjung Palas sepanjang 34,82 km yang ditargetkan selesai tahun ini.

Pembangunan jalan lainnya ada pada ruas Tanjung Palas – Sekatak sepanjang 65,13 km menuju Kabupaten Malinau dan akses menuju perbatasan dengan nilai anggaran Rp 165,3 miliar.

Di samping itu penataan kawasan permukiman baru, juga sedang dikerjakan berupa pekerjaan perkerasan jalan di Gang Sekumpul dan Gang Jambu dan pembangunan taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) di tepi Sungai Kayan.

Taman yang nantinya akan menjadi ikon Kota Tanjung Selor ini progresnya sudah mencapai 35 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2017 dengan anggaran Rp 14,6 miliar.

“Pekerjaan taman harus dikerjakan serius dengan sentuhan nilai. Begitu pula kualitas tanaman dan pohonnya harus dipilih yang terbaik dan ditanam dengan baik pula, karena fasilitas ini akan langsung dirasakan masyarakat," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Basuki menambahkan agar pemadatan tanah dilakukan dengan sempurna lantaran sebagian kawasan Tanjung Selor merupakan lahan rawa


Reporter Anggar Septiadi
Editor Yudho Winarto

PROYEK INFRASTRUKTUR

Feedback   ↑ x
Close [X]