kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ekonom proyeksi tekanan rupiah tak terlalu besar

Minggu, 12 November 2017 / 19:14 WIB

Ekonom proyeksi tekanan rupiah tak terlalu besar

Seorang pekerja mengambil buah kelapa sawit yang telah dirontokkan dari tandannya di Desa Gampong Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Kamis (5/10). Pekerja mengaku, dalam sehari mereka mampu memisahkan dan merontokkan biji kelapa sawit dari tandannya sebanyak 50 kilogram sampai 200 kilogram dengan upah Rp 200 per kilogram. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama/17.

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi juga menilai, pelaku pasar telah memperhitungkan rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) di bulan depan. Sehingga dampaknya akan bersifat jangka pendek.

Menurut Eric, kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS akan berdampak pada utang luar negeri swasta. Outstanding ULN swasta lanjut dia, tentunya akan membesar.

Namun Eric menilai, pemenuhan kewajiban rasio lindung nilai (hedging) ULN swasta sudah cukup baik, meski belum mencapai 100% dan belum mencakup Usaha Kecil Menengah (UKM) yang melakukan aktivitas ekspor dan impor.

"Kalau rasio hedging korporasi sangat baik seperti data BI (Bank Indonesia), mestinya dampak dari pelemahan rupiah ke utang tidak sebesar kalau tidak di-hedge," kata Eric kepada Kontan.co.id, Minggu (12/11).

Catatan BI, posisi ULN swasta Indonesia hingga akhir Agustus 2017 mencapai US$ 165,6 miliar. Jumlah itu naik 0,1% year on year (YoY) dan naik tipis dari akhir bulan sebelumnya yang sebesar US$ 165,49 miliar.

Sementara itu, jumlah korporasi yang memenuhi rasio hedging 0-3 bulan mencapai 89% dan yang memenuhi rasio hedging 3-6 bulan mencapai 94%. Adapun nilai hedging 0-3 bulan mencapai US$ 4,8 miliar dan 3-6 mencapai US$ 1,5 miliar.

Lantaran sudah diperhitungkan pelaku pasar, dampak kenaikan bunga acuan The Fed tersebut terhadap nilai tukar rupiah juga dinilai relatif singkat.

Namun, tekanan rupiah bisa jadi cukup besar jika kenaikan Fed Fund Rate (FFR) tersebut dibarengi dengan kenaikan suku bunga bank sentral utama lainnya hingga meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, Korea atau Spanyol.

Namun, "Proyeksi saya nilai tukar rupiah di kisaran Rp 13.400-Rp 13.500 per dollar AS per akhir tahun 2017," tambahnya. 


Reporter: Adinda Ade Mustami
Editor: Yudho Winarto

RUPIAH HARI INI

Berita terbaru Nasional

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]