kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • EMAS594.906 0,17%

Utang luar negeri swasta lemah, Ekonom: Ada kekhawatiran risiko pelemahan rupiah

Selasa, 15 Mei 2018 / 21:27 WIB

Utang luar negeri swasta lemah, Ekonom: Ada kekhawatiran risiko pelemahan rupiah
ILUSTRASI. Uang rupiah



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2018 tercatat sebesar US$ 358,7 miliar atau tumbuh sebesar 8,7% yoy. Pertumbuhannya tercatat melambat dibandingkan triwulan I 2017 yang sebesar 10,4% yoy.

Dalam laporannya, BI menyatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh ULN sektor pemerintah dan sektor swasta yang tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, pertumbuhan ULN itu mengalami anomali di mana growth ULN swasta dibanding Februari justru turun -0,45% (mtm). Sementara ULN sektor publiknya terus mengalami kenaikan meskipun hanya sebesar 1,8% (mtm).

Kondisi ini, menurutnya, mengindikasikan bahwa sektor swasta memang sedang mengerem ekspansi. “Faktor utamanya karena ada kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah mengakibatkan resiko gagal bayar naik,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (15/5).

Ia melanjutkan, kondisi sektor riil sendiri masih dalam tahap pemulihan yang lambat. Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan PDB yang hanya 5,06% dan konsumsi rumah tangga yang sebesar 4,95%. Angka ini di bawah ekspektasi karena stagnan.

“Swasta berpikir biaya produksi pasti naik karena kebutuhan bahan baku impor menjadi mahal, daya beli masyarakat masih lambat. Jadi buat apa menambah penerbitan utang valas baru? Lebih baik restrukturisasi utang lama dengan memperpanjang tenor jatuh tempo,” jelasnya.

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual mengatakan, selain karena risiko dari pelemahan nilai tukar rupiah, ada pula faktor musiman dari turunnya ULN swasta.

“Kuartal I biasanya memang cenderung rendah. Hal ini terjadi pasca-harga komoditas turun. Tahun ini di kuartal I memang lemah, investasi juga masih lemah, pertumbuhan kreditnya lemah,” kata dia.

Berdasarkan catatan BI, ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA).

Secara tahunan, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan I 2018 masing-masing tercatat sebesar 4,4% dan 19,3%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya.

Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2%, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.



Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Yudho Winarto

UTANG LUAR NEGERI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0482 || diagnostic_web = 0.2573

Close [X]
×