NASIONAL
Berita
Transfer cukai rokok ke daerah salah sasaran

DANA BAGI HASIL CUKAI

Transfer cukai rokok ke daerah salah sasaran


Telah dibaca sebanyak 496 kali
Transfer cukai rokok ke daerah salah sasaran

JAKARTA. Hasil penelitian Tim Peneliti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Berdikari tentang penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) ke daerah banyak yang salah sasaran. Penyaluran dana ke daerah itu malah banyak untuk kegiatan yang bertolak belakangan dengan aktivitas petani tembakau.

Padahal, sesuai Undang-Undang (UU) No 39 Tahun 2007 tentang Cukai, serta putusan Mahkamah Konstitusi No 54/PUU-VI/2008, DBH CHT bersifat specific grant. Itu antara lain untuk mendanai peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Nyatanya, berdasarkan penelitian yang berlangsung Februari 2013 di lima provinsi dan 10 kabupaten penerima bagi hasil terbesar, malah menemukan penggunaan sebagian besar dana untuk program lingkungan, dan sektor kesehatan. Program ini yang tidak bersentuhan langsung dengan aktivitas petani tembakau. "Kantor dinas menggunakan dana untuk penanganan kasus HIV AIDS," ujar Koordinator Peneliti Indonesia Berdikari, Gugun El Guyanie saat memublikasi hasil penelitian, Kamis (13/6).

Sebagai contoh, di Jawa Timur menerima dana bagi hasil cukai terbesar tahun 2012 yakni Rp 241,89 miliar. Porsi terbesar dana itu untuk pembinaan lingkungan sosial sebesar 68,99%, lalu pembinaan industri 13,34%, peningkatan kualitas bahan baku 13,33%, sosialisasi ketentuan cukai 3,53%, dan pemberantasan cukai ilegal cuma 0,81%.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata menambahkan, seharusnya dana bagi hasil cukai ini bisa mendongkrak kesejahteraan petani. Namun, pemerintah malah meminta petani untuk menutup lahan tembakau dan pindah ke komoditas lainnya. "Seperti menawarkan pemberian ternak," ungkapnya.

Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan, alokasi dana bagi hasil cukai tembakau untuk program lingkungan sudah tepat dan tidak melanggar ketentuan. "Orang yang kena dampaknya dari harus disadarkan pakai dana ini," ujarnya.

Editor: Adi Wikanto
Telah dibaca sebanyak 496 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..