NASIONAL
Berita
Tol Solo-Kertosono mulai konstruksi

PROYEK JALAN TOL

Tol Solo-Kertosono mulai konstruksi


Telah dibaca sebanyak 5657 kali
Tol Solo-Kertosono mulai konstruksi

JAKARTA. Proyek jalan tol Solo-Ngawi-Kertosono masih berkutat pada masalah pembebasan lahan. Saat ini, pembebasan lahan proyek tersebut sudah mencapai 60%.

Kendati, pembebasan lahan belum kelar 100%, pemerintah sudah mulai melakukan konstruksi proyek jalan tol sepanjang 179 kilometer (km) itu.Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto mengatakan, tahun ini, pemerintah akan mulai melakukan pembangunan konstruksi proyek jalan tol itu secara perlahan-lahan.

Proyek jalan tol Solo-Kertosono terbagi dalam dua ruas, yakni Solo-Mantingan-Ngawi sepanjang 90 km, serta ruas jalan tol Ngawi-Kertosono sepanjang 89 km.
Djoko menuturkan, pengerjaan tol Solo-Kertosono merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan PT Thiess Construction Indonesia. Pemerintah akan mengerjakan 60 km dan sisanya dikerjakan oleh PT Thiess.

Sembari menunggu proses pembebasan lahan tuntas, pemerintah akan mulai membangun konstruksi jalan tol itu, dimulai dari ruas Solo-Ngawi. "Tahun ini sudah dianggarkan Rp 1 triliun untuk pembangunan fisik," kata Djoko, Jumat (27/7).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Achmad Gani Gazaly menambahkan, sampai saat ini, investor swasta belum mengerjakan fisik ruas tol Solo-Ngawi. PT Thiess Construction Indonesia baru mulai bekerja jika pembebasan lahan sudah rampung per seksi.

Untuk pembebasan lahan, ruas Solo-Ngawi dibagi dalam empat seksi. Seksi I, proses pembebasan lahan sudah mencapai 63%, seksi II sudah 64%, seksi III mencapai 66%, dan seksi IV mencapai 78%.

Gani menjelaskan dari empat seksi tersebut, yang menjadi tanggung jawab pemerintah adalah seksi I dan sebagian seksi II. Selain menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), pembiayaan proyek jalan tol ruas Solo-Ngawi itu juga akan didukung perbankan.

Tapi, sejauh ini belum ada bank yang memberi kredit, sebab pembebasan lahan proyek tersebut belum tuntas.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 5657 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..