kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.617
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS601.968 -0,33%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Taufik Effendi ditanya seputar Markus Nari

Jumat, 05 Januari 2018 / 20:23 WIB

Taufik Effendi ditanya seputar Markus Nari

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Taufik Effendi hadir pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (23/3/2017). Pada sidang tersebut, Taufik Effendi dan mantan Wakil Ketua Komisi II lainnya, Teguh Juwarno menjadi saksi untuk terdakwa Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman. Perbuatan keduanya diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) periode 2004-2009 dan anggota DPR RI 2009-2013 Taufik Efendi hari ini, Jumat (5/1) menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tersangka Markus Nari.

Datang pada pukul 09:00 ke Gedung KPK Taufik baru keluar menjelang pukul 18:00, dan sempat keluar untuk Salat Jumat pada pukul 11:30 dan kembali pada pukul 13:00 untuk melanjutkan pemeriksaan.

Meski memakan waktu lama, Taufik mengaku hanya ditanya tiga pertanyaan oleh penyidik KPK. Sementara pertanyaannya hanya seputar hubungannya dengan Markus Nari.

"Sekitar dua hingga tiga pertanyaan. Kenal tidak dengan Markus Nari. Kemudian soal kebijakan-kebijakan umum saja," katanya kepada KONTAN saat ia meninggalkan Gedung KPK.

Ia juga mengaku tak menerima uang terkait kasus korupsi E-KTP. "Tidak, saya tidak terima uang," lanjutnya.

Nama Taufik sendiri pernah disebut oleh mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dalam dakwaan perkara e-KTP. Taufik diduga menerima USD 103 ribu dalam kasus ini.

Belakangan KPK memang mulai kembalienggali beberapa nama terkait penyidikan dengan tersangka Markus Nari. Misalnya Ganjar Pranowo, Melchias Marcus Mekeng, Olly Dondokambey, Mirwan Amir, dan Tamsil Linrung. Sementara itu baru Mirwan Amir yang memenuhi panggilan.

Pada Kamis (4/1) kemarin KPK baru saja menolak eksepsi dari terdakwa korupsi e-KTP yaitu Setya Novanto.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku KPK telah memiliki bukti yang cukup untuk merinci perbuatan terdakwa.

"Tinggal pembuktian saja. Lengkapnya nanti lihat di persidangan," katanya kepada KONTAN di kesempatan berbeda.


Reporter Anggar Septiadi
Editor : Yudho Winarto

E-KTP

Berita terbaru Nasional

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]