: WIB    --   
indikator  I  

Surplus transaksi finansial masih tinggi

Surplus transaksi finansial masih tinggi

KONTAN.CO.ID - Arus modal asing keluar (capital outflow) terjadi selama dua minggu pertama di bulan ini. Namun, hal itu diyakini hanya bersifat sementara.

Selama dua minggu di Agustus ini capital outflow tercatat mencapai Rp 16 triliun. Sebab, BI mencatat inflow hingga saat ini sebesar Rp 115 triliun, lebih rendah dari posisi akhir Juli 2017 yang sebesar Rp 134 triliun.

Bahkan, jumlah itu juga lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 137 triliun. Jika terus-menerus mencatat outflow maka akan berdampak pada neraca transaksi modal dan finansial dalam neraca pembayaran Indonesia (NPI).

Apalagi, surplus transaksi modal dan finansial di kuartal kedua lalu juga turun menjadi US$ 5,9 miliar, dibanding kuartal pertama yang tercatat US$ 8 miliar maupun kuartal kedua 2016 sebesar US$ 6,9 miliar. Padahal di kuartal kedua lalu, Standard and Poor's (S&P) akhirnya meningkatkan peringkat utang Indonesia mejadi layak investasi (investment grade) yang seharusnya semakin mengundang investor asing untuk masuk.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, pelepasan dari surat berharga domestik tersebut diyakininya hanya bersifat sementara. "Sebab dana asing tersebut relatif masih tersimpan di rekening asing di perbankan domestik," kata Dody kepada KONTAN, Jumat (11/8) lalu.

Dody juga meyakini, investor asing cenderung menunggu untuk kembali masuk ke surat berharga Indonesia. Oleh karena itu, "Proyeksi surplus transaksi modal dan finansial kuartal ketiga ini masih besar," tambah Dody.

Adapun capital outflow yang terjadi di dua pekan bulan ini kata Dody, disebabkan oleh adanya koreksi posisi asing. Misalnya, harga saham yang terlalu mahal.


Reporter Adinda Ade Mustami
Editor Wahyu Rahmawati

CAPITAL INFLOW

Feedback   ↑ x
Close [X]