NASIONAL
Berita
SBY Meninggalkan tanah air selama 8 hari

KUNJUNGAN KENEGARAAN

SBY Meninggalkan tanah air selama 8 hari


Telah dibaca sebanyak 1039 kali
SBY Meninggalkan tanah air selama 8 hari

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono bersama rombongan bertolak ke New York. Hampir 8 hari lamanya, SBY bersama rombongan melakukan kunjungan kenegaraan tersebut.

"Saya beserta delegasi dan rombongan melakukan kunjungan ke New York. Kembali ke tanah air 30 September dengan demikian lama kunjungan 8 hari," kata SBY dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Sabtu (22/9).

SBY bersama rombongan lepas landas dengan menumpang pesawat khusus kepresidenan Airbus 330-300 milik Garuda Indonesia, tepat pukul 14.00 WIB. Sejumlah menteri kabinet yang turut mendampingi seperti Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan lain-lain.

Rencananya, selama di New York, SBY akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-67, Indonesia Investment Day (IID) dan Pertemuan High Level Panel on the Post 2015 Development Agenda (HLP).

Presiden akan menjadi pembicara pertama dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB yang dilaksanakan pada Rabu (25/9). Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan PM Inggris David Cameroon pada sesi High Level Panel on the Post-2015 Development Agenda pada hari yang sama.

Sebelum mengikuti sidang, selama berada di New York, SBY turut menghadiri IID di New York Stock Exchange, Selasa (24/9). Dalam acara itu, SBY akan memberikan Presidential Address mengenai kebangkitan Indonesia sebagai Asia’s New Economic Power House.

Kegiatan itu dilaksanakan untuk menarik investasi asing ke Indonesia, terutama sejumlah tokoh bisnis utama AS, antara lain, CEO IBM, CEO Honeywell, CEO Cargill, dan CEO Millennium Challenge Corporation.

SBY juga berencana melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan, antara lain Presiden Mesir Mohamed Morsy, Presiden Bulgaria Rosen Plevneliev, Presiden Finlandia Sauli Niisito, Presiden Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Jerman Joachim Gauck, dan PM Italia Mario Monti.

Telah dibaca sebanyak 1039 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.