kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Realisasi APBN-P 2017 meningkat ketimbang 2016

Rabu, 03 Januari 2018 / 11:27 WIB

Realisasi APBN-P 2017 meningkat ketimbang 2016

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (ketiga kanan) dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers terkait dengan Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2017 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/1). Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi penerimaan perpajakan untuk 2017 telah mencapai 91,0 persen atau Rp1.339,8 triliun dari APBN-P, menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi pada dua tahun sebelumnya yang berada dikisaran 83 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt/18

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Walau masih ada yang di bawah target, pemerintah mengaku puas dengan realisasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2017. Sebab, pencapaian target-target di beleid anggaran tahun lalu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2016.

Rasa puas itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan realisasi APBN-P 2017 di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (2/1). Salah satu yang disorot adalah realisasi penerimaan perpajakan yang lebih tinggi dibandingkan tiga tahun terakhir.

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, sampai akhir tahun 2017 realisasi penerimaan perpajakan mencapai sebesar Rp 1.339,8 triliun, atau 91%. Jika tidak memperhitungkan hasil program amnesti pajak, penerimaan perpajakan 2017 tumbuh 12,6% dibanding dengan 2016. 

"Ini penerimaan tertinggi tiga tahun terakhir. Tahun 2015 hanya (tumbuh) 8,2% dan capaiannya hanya 83,3%. Tahun 2016, bahkan dengan tax amnesty, sebesar 83,5% atau tumbuh 3,6%. Bila tax amnesty dihilangkan, negatif 4,8%," jelas Sri Mulyani.

Dengan realisasi penerimaan perpajakan tersebut, maka  defisit anggaran 2017 mencapai sebesar 2,57%. Jumlah itu lebih rendah dari target dalam APBN-P 2017 yang sebesar 2,92%. Dengan realisasi itu kesehatan serta keberlanjutan fiskal dinilai masih sehat. 

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal menjelaskan, khusus penerimaan pajak (tanpa bea cukai) sampai dengan 31 Desember 2017 mencapai sebesar Rp 1.151 triliun. Jumlah itu sama dengan 89,74% dari target APBNP 2017 yang sebesar Rp 1.283,6 triliun.

Sri Mulyani menilai, pencapaian itu jadi momentum untuk memacu penerimaan pajak. "Hal ini menunjukkan penerimaan perpajakan dalam APBN dalam tren makin sehat dan menopang kita untuk menjaga APBN yang kredibel," kata Sri Mulyani.

Reformasi APBN

Sedangkan dari sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai  93,8% dari target APBN-P 2017. Jumlah itu tumbuh 7,4% dibandingkan tahun sebelumnya.  Namun, Sri Mulyani mengakui, penggunaan dana belanja negara butuh perbaikan agar lebih optimal mendorong pertumbuhan ekonomi, mengatasi kemiskinan serta pengangguran. 

Tahun 2017, realisasi belanja barang adalah yang terbesar, yakni Rp 286,7 triliun atau mencapai 96,8% dari target dalam APBN-P 2017 dengan pertumbuhan 10,5% dibandingkan tahun 2016.

Sementara itu, realisasi penyerapan belanja modal sebesar Rp 208,4 triliun atau mencapai 92,8% dari target. Angka itu tumbuh 23% dibandingkan tahun 2016. "Belanja barang 2017 lebih tinggi dibanding 2016 karena sebagian belanja sosial yang dialihkan ke belanja barang," kata Menkeu. 

Untuk belanja bantuan sosial, pemerintah telah merealisasikan sebesar 100% terhadap target APBNP 2017 atau sebesar Rp 54,6 triliun. "Hal ini mencerminkan perlindungan sosial yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat, termasuk dari bencana alam," jelas Sri Mulyani.

Walau puas, Sri Mulyani berjanji akan memacu reformasi ekonomi termasuk bidang anggaran. Reformasi itu diharapkan bisa menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.

Kemkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 akan sebesar 5,05%. Walau di bawah target 5,3%, namun sudah naik dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2016 yang hanya 5%.

Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng mengapresiasi peningkatan realisasi APBN-P 2017. Dia berharap tahun 2018, capaian tersebut bisa lebih tinggi. 


Reporter Ghina Ghaliya Quddus
Editor : Wahyu Rahmawati

APBN 2017

Berita terbaru Nasional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]