KASUS KORUPSI WISMA ATLET
Puan: PDIP dan Demokrat itu berbeda
Oleh Rahajeng Hastuti - Selasa, 07 Februari 2012 | 14:26 WIB

JAKARTA. Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani menilai, Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap mengutamakan asas praduga tak bersalah terhadap kadernya, I Wayan Koster. Seperti yang diketahui, nama Wayan juga ikut tersert dalam kasus suap wisma atlet yang kini tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun, ia tetap akan melakukan langkah-langkah tertentu jika ada perkembangan dari KPK mengenai keterlibatan Wayan. Ia enggan memberikan komentar mengenai kader Partai Demokrat yang banyak terlibat dalam kasus tersebut.
"Kami tidak akan mengikuti atau mengomentari apa yang sudah dilakukan oleh Demokrat. Karena Demokrat dan PDIP kan berbeda, jadi mekanismenya lain juga," ujarnya ketika ditemui, Selasa (7/1).
PDIP mengaku telah menerima klarifikasi I Wayan Koster, yang mengaku tidak ambil bagian terkait suap wisma atlet. Puan menghargai langkah KPK dan berharap KPK bisa memeriksa kasus ini secara adil dan proporsional.
"Kami minta hal ini bisa dilakukan secara adil dan proporsional dan tentu saja secara jelas. Sehingga kami tahu kejelasan dari sana nantinya," lanjut Puan.
Hingga kini, PDIP masih memantau dan akan terus mengikuti setiap perkembangan dari KPK. "KPK tentu memiliki titik terang mengenai siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah, dan kami akan mengikuti apa yang menjadi keputusan KPK," tutupnya.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.