PROYEK PPP
Perbaikan saluran limbah diusulkan jadi proyek PPP
Oleh Agus Triyono - Jumat, 22 Juni 2012 | 21:25 WIB
JAKARTA. Pemerintah mengusulkan proyek pembenahan saluran pembuangan limbah Jakarta dalam skema kerjasama pemerintah dengan swasta alias public private partnership (PPP). Ini lantaran kondisi saluran pembuangan limbah di Jakarta sudah semakin parah.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi S. Priatna mengatakan, tingkat pembuangan limbah melalui saluran limbah di Jakarta hanya mencapai 2%. Karena itu, Dedi bilang proyek ini nanti akan memperbaiki pipanisasi saluran pembuangan limbah dan juga meningkatkan interkoneksi saluran dengan perumahan sehingga kecepatan aliran air limbah menjadi bisa lebih cepat.
Rencananya, proyek ini akan didanai pinjaman Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA). Proyek ini akan difokuskan ke beberapa daerah di Jakarta diantaranya, Pejagalan, Muara Angke, Sunter, Marunda, Duri Kosambi, Srengseng, Waduk Ulujami, Taman Bendi, Ragunan, Waduk Kampung Dukuh, dan Waduk Ceger. "Itu perencanaannya, mengenai dana dan konkretnya seperti apa, lihat setelah Studi Jakarta Sewarage selesai pada Oktober,” kata Deddy, Jumat (22/6).
Deddy berharap, kemampuan pembuangan air limbah di Jakarta yang sebelumnya hanya 2% saja bisa ditingkatkan menjadi 20 %- an dalam waktu lima sampai enam tahun ke depan,. Selain itu harapnya, pada tahun 2016 nanti kecepatan pembuangan air limbanh di Jakarta bisa mencapai 6,039 m3 per hari sehingga target peningkatan kecepatan pembuangan air limbah sebesar 79,926 m3 per hari bisa dicapai.
Untuk diketahui saja, selain proyek pembenahan saluran limbah di Jakarta, saat ini Bappenas tengah menargetkan tujuh proyek infrastruktur berskema PPP yang akan diselesaikan pada tahun ini. Nilai proyek tersebut mencapai US$ 4,91 miliar.
Proyek- proyek infrastruktur tersebut antara lain; proyek perluasan Pelabuhan Tanjung Priok senilai US$ 1,17 miliar, perluasan Bandara Soekarno- Hatta senilai US$ 800 juta, pembangunan jalan Tol Sarangan- Tanjung Benoa, Bali senilai US$ 196,1 juta, pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Jawa Barat senilai US$ 1,01 miliar, Bandung Intra Tol Road, Jawa Barat US$ 800 juta, Jalan Tol Medan- Kualanamu- Tebing Tinggi senilai US$ 790,8 juta dan juga Tol Pasir Koja-Soreang senilai US$ 143,5 juta.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.
