NASIONAL
Berita
Mentan jadi saksi AF dalam kasus sapi impor

KASUS IMPOR DAGING SAPI

Mentan jadi saksi AF dalam kasus sapi impor


Telah dibaca sebanyak 473 kali
Mentan jadi saksi AF dalam kasus sapi impor

JAKARTA. Menteri Pertanian Suswono hari ini (22/8) kembali hadir di Pengadilan Tipikor untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota sapi impor di Kementeriannya.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini ia akan bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah. "Ya saya siap," kata Suswono saat tiba di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/8).

Ia tiba sekitar 10.00 WIB dengan mengenakan kemeja batik berwarna ungu. Sayang meski mengaku siap bersaksi tetapi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu enggan berkomentar mengenai kasus suap yang terjadi di kementeriannya itu.

Ini merupakan kali keduanya Suswono menjadi saksi di Pengadilan Tipikor. Sebelumnya, pada Mei lalu, ia pernah menjadi saksi dalam persidangan dua bos PT Indoguna Utama Juard Effendy dan Arya Abdi Effendy.

Selain Suswono, rencananya jaksa juga berencana menghadirkan putra dari Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin, Ridwan Hakim, Sekretaris Kementan Baran Wirawan, orang dekat Mentan Soewarsono dan pasangan pengusaha Elda Deviane Adiningrat dan Denny Adiningrat, Soewarso.

Dalam kasus ini Fathanah ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga telah menerima hadiah atau janji terkait permohonan penambahan kuota impor daging sapi yang diajukan PT Indoguna Utama.

Tak lama berselang dari penetapan tersebut, ia kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pencucian uang atas harta yang dimilikinya. Bahkan sejumlah rumah, mobil dan tanah sudah disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Dikky Setiawan
Telah dibaca sebanyak 473 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..