: WIB    —   
indikator  I  

Menkeu jamin tak rilis kebijakan ganggu daya beli

Menkeu jamin tak rilis kebijakan ganggu daya beli

KONTAN.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini sebesar 5,01% year on year (yoy). Angka itu sama persis dengan angka kuartal I 2017. Namun dibanding kuartal II 2016 yang mencapai 5,18% pencapaian di kuartal II 2017 melambat.

Bisa dikatakan, pertumbuhan ekonomi semester I 2017 mencapai 5,01% yoy, melambat dari semester I 2016 yang sebesar 5,04% yoy.

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di tahun ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa selain memperhatikan sisi konsumsi masyarakat.

“Soal daya beli pemerintah terus akan menjaga dan memperhatikan indikator yang menunjukan apakah daya beli masyarakat alami tekanan, kalau mengalami tekanan dari apa?” Katanya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (11/8).

Dalam hal ini, menurut dia, kalau faktornya daya beli itu harga, maka harga akan distabilkan. Sementara kalau masalah confidence, maka pemerintah perlu meningkatkan mengenai kejelasan arah sehingga masyarakat memahami.

“Sehingga mereka tidak perlu harus khawatir dan berjaga-jaga, kalau mereka merasa takut karena semua menjadi persoalannya maka kita akan lihat, jadi kita akan lihat aspek yang menjadi trigger,” ucapnya.

Ia mengatakan, dari sisi inflasi, ia mengharapkan trennya akan menurun karena selama satu kuartal terus-menerus inflasi naik karena administered prices. Sementara pada sisa waktu tahun ini sudah tidak ada lagi.

“Kemarin yang kami katakan satu adalah dari subsidi beras, itu sudah diidentifikasi, kedua pemerintah sudah mengatakan kalau harga administered itu tidak akan berubah. Maka pemerintah memastikan tidak akan melakukan policy yang membuat masyarakat resah,” kata dia.


Reporter Ghina Ghaliya Quddus
Editor Yudho Winarto

MAKROEKONOMI

Feedback   ↑ x
Close [X]