kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.304
  • LQ451.124,28   -7,91   -0.70%
  • SUN105,38 -0,17%
  • EMAS590.870 0,52%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Masih rendah, penjualan eceran November membaik

Selasa, 09 Januari 2018 / 20:40 WIB

Masih rendah, penjualan eceran November membaik

Pedagang bertransaksi dengan pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (10/10). Berdasarkan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dirilis Bank Indonesia, penjualan eceran pada Agustus 2017 meningkat 2,2 persen (yoy) dimana peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok makanan termasuk cabai, tomat, yang tumbuh 7,9 persen (yoy). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/17

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, penjualan eceran pada November 2017 masih tumbuh rendah, namun cenderung makin membaik. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2017 yang sebesar 206,7 atau tumbuh 2,5% (yoy).

Angka ini lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan pada Oktober 2017 yang sebesar 2,2% (yoy), bahkan penjualan eceran sempat tumbuh negatif di bulan Juli 2017 sebesar -3,3% (yoy).

BI melansir, sumber utama pertumbuhan berasal dari penjualan kelompok makanan minuman yang tumbuh 7,8% (yoy) dan bahan bakar kendaraan yang tumbuh 5,8%. Penjualan eceran kelompok lainnya masih tumbuh negatif, dengan tingkat penurunan yang melambat.

“Peningkatan pertumbuhan penjualan eceran diperkirakan akan berlanjut pada Desember 2017 dengan IPR yang lebih tinggi yakni sebesar 2,6% (yoy),” tulis BI dalam laporannya yang dikutip Kontan.co.id, Rabu (9/1)

Sepanjang periode triwulan IV 2017, BI memperkirakan penjualan eceran meningkat secara tahunan (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya.

Rata-rata pertumbuhan tahunan penjualan eceran selama triwulan IV-2017 sebesar 2,4% (yoy), membaik dari triwulan III-2017 yang hanya tumbuh sebesar 0,2% (yoy).

Perbaikan pertumbuhan pada triwulan IV ini terutama berasal dari peningkatan pertumbuhan penjualan kelompok makanan, minuman & tembakau; bahan bakar kendaraan serta penjualan sub kelompok sandang.

Meski demikian, penjualan eceran pada triwulan IV-2017 tersebut tumbuh jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 9,5% (yoy).

Hasil survei juga mengindikasikan penurunan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang (Februari 2018). Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 152,8 lebih rendah dari 154,9 pada bulan sebelumnya.

“Ekspektasi penurunan tekanan kenaikan harga tersebut terjadi akibat pedagang eceran menduga akan terjadi kenaikan harga BBM, LPG dan tarif listrik di Januari 2018,” tulis BI.


Reporter Ghina Ghaliya Quddus
Editor : Yudho Winarto

MAKROEKONOMI

Berita terbaru Nasional

Join the discussions
MARKET
IHSG
-19,84
6.615,49
-0.30%
 
US/IDR
13.321
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy