kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Krisis, penerimaan pajak di April tak capai target


Minggu, 19 Mei 2013 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) berjalan di area kedatangan internasional setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, T ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penuruan penerimaan perpajakan dalam empat bulan pertama tahun ini menjadi awal dipangkasnya target penerimaan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P).

Dalam realisasi APBN tahun anggaran 2013 hingga April lalu, penerimaan perpajakan hanya sebesar Rp 316,1 triliun. Angka ini hanya 26,5% dibandingkan target di APBN 2013 yang mencapai Rp 1.193 triliun.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari segi nilai memang tahun ini sudah mengalami kenaikan. Namun dari segi persentase jauh dibawa realisasi tahun lalu. Hingga akhir April 2012, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp 291,6 triliun alias 28,2% dari target yang sebesar Rp 1.032,6 triliun.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Fuad Rahmany menyebut, rendahnya penerimaan yang diterima negara kali ini terjadi karena dampak krisis global yang mulai berpengaruh pada Indonesia. Hal ini terlihat dari sektor impor yang mengalami penurunan signifikan masuk ke Indonesia. Selain itu ekspor pun belum mengalami perbaikan ikut serta mendorong tak tercapainya target tersebut.

Terlebih harga barang komoditas yang masih turun turut berdampak pada laba perusahaan yang akhirnya berimbas kepada pembayaran pajak. Terlebih, selama ini, sektor yang bergerak pada barang komoditas merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak. "Sebenarnya sektor tambang, kelapa sawit itu yang terbesar, tapi karena labanya turun jadi penerimaan pajaknya juga turun," kata Fuad.

Sebenarnya ekspor barang komoditas sudah mulai meningkat jika melihat dari sisi tonasenya, tapi karena harganya yang masih rendah maka tetap saja berdampak pada penerimaan  perusahaan.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×