kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.305
  • LQ451.124,28   -7,91   -0.70%
  • SUN105,38 -0,17%
  • EMAS590.870 0,52%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kementerian siapkan strategi genjot dividen BUMN

Rabu, 30 Agustus 2017 / 22:53 WIB

Kementerian siapkan strategi genjot dividen BUMN
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - Kementerian BUMN sedang menyiapkan sejumlah strategi untuk mengamankan penerimaan negara yang diperoleh dari setoran dividen perusahaan minyak dan gas bumi perusahaan milik negara.

Sejumlah strategi diperlukan guna menyiasati tren pelemahan harga minyak dunia yang diprediksi masih akan membayangi kinerja BUMN migas, seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

"Kami tetap berupaya mengamankan penerimaan dari migas. Meskipun harga migas tidak bisa naik, kita harus mengedepankan pembangunan dan pemerataan ekonomi," kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Edwin Abdullah di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (30/8).

Menurut Edwin, katalis pelemahan harga komoditas migas akan memengaruhi kinerja BUMN migas sehingga bakal berdampak lurus pada setoran dividen ke negara.

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari manajemen dalam rangka menyelamatkan kinerja keuangan BUMN. "Kalau yang sering dilakukan Pertamina, ya, kita terpaksa memang harus melakukan efisiensi sehingga (mereka) bisa menekan (biaya)," ujarnya.

Sebelumnya, Edwin juga sempat berbicara soal potensi penurunan pendapatan PGN akibat kebijakan Kementerian ESDM menaikkan harga jual gas ConocoPhillips (COPI) ke PT PGN di Batam.

Ia pun mengimbau pemangku kepentingan agar mendukung kinerja BUMN. Dukungan terhadap BUMN juga dibutuhkan dalam rangka melepaskan diri dari bayang-bayang masih rendahnya harga migas dunia.

Pada kesempatan berbeda, anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga jual COPI ke PGN karena hanya akan menekan kinerja keuangan yang berdampak pada berkurangnya dividen negara.

"Ada kebijakan yang aneh, mengapa harga hulu naik ketika harga migas dunia sedang rendah-rendahnya? Saya tidak mengerti alasan Kementerian ESDM menaikkan harga jual gas ini (COPI)," kata Inas.(Royke Sinaga)


Sumber : Antara
Editor : Rizki Caturini

PEMBAGIAN DIVIDEN

Berita terbaru Nasional

Join the discussions
TERBARU
MARKET
IHSG
-19,84
6.615,49
-0.30%
 
US/IDR
13.321
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy