BERITA NASIONAL
Berita
Kematian akibat TBC di Indonesia masih tinggi

TBC DI INDONESIA

Kematian akibat TBC di Indonesia masih tinggi


0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 1082 kali

JAKARTA. Penyakit tuberculosis (TBC) masih mengancam nyawa penduduk Indonesia. Pemerintah menilai jumlah angka kematian akibat TBC tetap tinggi meski terjadi penurunan.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan sejak tahun lalu hingga sekarang tercatat 430.000 penderita TBC dengan korban meninggal 61.000. Memang jumlah ini lebih kecil ketimbang kejadian tahun 2009 yang mencapai 528.063 penderita TBC dengan 91.369 orang
meninggal.

Tapi, Endang menilai penyebaran penyakit TBC di Indonesia tetap tinggi. "Angka kematian TBC itu masih tinggi walaupun usaha kita menunjukkan kemajuan, tapi tetap saja nomor lima di dunia bukan sesuatu
yang bagus," katanya usai peringatan hari TBC sedunia di kantor Wakil Presiden, Kamis (24/3).

Menurutnya TBC itu merupakan penyakit rakyat. Dengan demikian, untuk mengatasinya perlu menyelesaikan masalah-masalah underline factor seperti kemiskinan dan pendidikan.

Dia memberi contoh, lingkungan tempat tinggal yang kumuh dan berdesakan berpotensi besar mempercepat penularan TBC. Selain kondisi lantai yang berupa tanah dan cahaya matahari yang kurang ke dalam rumah makin memudahkan TBC menyebar. "Dari satu orang tertular TBC, kira-kira menular ke sepuluh orang," imbuh Endang.

Oleh sebab itu, perlu kesadaran masyarakat dalam menekan penyebaran TBC. Apalagi, tutur Endang, pengobatan TBC butuh waktu selama enam bulan untuk pulih.

Sementara Wakil Presiden (Wapres) Boediono menambahkan upaya memberi pengobatan gratis terhadap penderita TBC perlu diperluas. Pasalnya, TBC banyak berjangkit pada kalangan masyarakat tidak mampu. Selain itu, dia meminta upaya kerjasama antara pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan masyarakat harus terjalin. "Saya harapkan upaya masuk ke lapangan makin diperluas," ujar Wapres.

0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 1082 kali
Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut.
Salin Tulisan



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.