NASIONAL
Berita
Jokowi heran Solo diteror selama dua hari

LEBARAN

Jokowi heran Solo diteror selama dua hari


Telah dibaca sebanyak 2978 kali
Jokowi heran Solo diteror selama dua hari

SOLO. Di tengah upaya untuk tetap menenangkan warga Solo dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, Walikota Surakarta, Joko Widodo (Jokowi) masih menyimpan pertanyaan. Jokowi tidak habis pikir mengapa Solo harus menghadapi dua teror dalam dua hari berturut-turut.

"Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa teror itu dilakukan di Solo," katanya saat meninjau lokasi pelemparan granat di Pospam Gladak di Jalan Jenderal Sudirman Kota Solo, di Solo, Minggu (19/8) dini hari.

Namun demikian, Jokowi meminta warga tetap tenang dan merayakan Lebaran seperti biasa karena pihak kepolisian sudah turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut, termasuk mencari para pelakunya.

Jumat (17/8), orang tak dikenal menembaki pos pengamanan Lebaran di Pospam 5 Gemblegan Serengan Solo dan menyebabkan dua anggota polisi terluka. Mereka mengendarai sepeda motor dan beraksi pada malam hari.

Keesokan harinya, terjadi ledakan di pos pengamanan Lebaran di Pospam Gladag. Aksi teror pada Sabtu malam pukul 23.32 tersebut dilakukan oeh dua orang tak dikenal dengan berboncengan melempar granat ke arah pos pengamanan Lebaran yang berlokasi di bundaran Gladag, di Jalan Jenderal Sudirman, Solo.

Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Kombes Pol Asdjima’in, mengatakan, belum mengetahui bahwa pelaku peledakan granat di Pospam Gladak itu sama dengan penembakan di Pospam Gemblegan.

"Kami masih menyelidiki kasus itu. Polisi kini masih melakukan olah TKP," tuturnya.

Polres Solo pun memutuskan untuk menambah jumlah personel untuk pengamanan Lebaran 2012 di daerah itu melalui bantuan anggota TNI di berbagai pospam. (Kompas.com)

Telah dibaca sebanyak 2978 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.