BURSA PEMILIHAN GUBERNUR DKI
Irit, alasan Jokowi tak pasang baliho
Oleh Barratut Taqiyyah - Minggu, 16 September 2012 | 08:44 WIB
JAKARTA. Kampanye Pilkada DKI Jakarta putaran kedua semakin ketat karena semakin mengerucutnya persaingan antara dua pasang calon, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Jokowi-Basuki. Media promosi seperti iklan, baliho, spanduk, poster atau pun banner biasanya menjadi salah satu alat peraga yang menghiasi masa kampanye.
Namun, meski masa kampanye sudah dilakukan, alat peraga pasangan calon Jokowi-Basuki terbilang minim. Tidak ada baliho di papan reklame raksasa yang terpasang. Spanduk-spanduk dukungan pun hanya tersebar di beberapa titik. Satu-satunya alat peraga yang terlihat mencolok hanya mobil dengan rolling banner bergambar tubuh manusia mengenakan pakaian kotak-kotak dan pesan ajakan untuk memilih tanggal 20 September mendatang.
Ada apa gerangan? Jokowi mengaku bahwa timnya memang sama sekali tidak membuat alat-alat peraga seperti yang terjadi pada putaran pertama lalu. "Saya tidak pasang spanduk, tidak ada pasang banner. Soalnya ngirit, nggak punya duit. Ha-ha-ha," seloroh Jokowi, Sabtu (15/9), saat berkunjung di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.
Menurut Jokowi, kalau pun ada yang memasang alat peraga dalam bentuk apa pun, itu bukanlah instruksi darinya. "Kalau pun ada spanduknya, biasanya kami diturunkan," ujar Jokowi.
Hal berbeda justru terjadi pada pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Menjelang masa kampanye tahap kedua dilakukan, di sejumlah lokasi strategis di pinggir jalan Ibukota sudah mulai terpampang spanduk dukungan kepada sang Gubernur yang berbunyi "Terima Kasih Pak Gubernur".
Kendati minim akan alat peraga, Jokowi mengaku dirinya tetap optimistis bisa memenangi Pilkada kali ini. "Kejutannya lihat saja nanti ada pada tanggal 20 September," ujarnya. (Kompas.com)
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.
