kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Indonesia pilih F-16 bikinan AS ketimbang Sukhoi


Jumat, 10 Agustus 2012 / 04:53 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi mual saat hamil perlu segera Anda coba agar kesehatan terjaga.


Reporter: Asnil Bambani Amri, RIA Novosti | Editor: Asnil Amri

MOSKOW. Pemerintah Indonesia dikabarkan akan memilih membeli jet tempur F-16 bikinan Amerika Serikat ketimbang membeli jet tempur Sukhoi bikinan Rusia.

Hal tersebut disampaikan seorang pejabat Indonesia Kamis kemarin (9/8). Saat ini, TNI Angkatan Udara Indonesia memiliki 10 unit Sukhoi-30 dan Sukhoi-27.

Marsekal Eris Herryanto mengatakan, selain membeli dari AS, Indonesia sedang melakukan pembenahan unit tempur dengan membeli 15 Lockheed Martin C-130, serta membeli empat unit C-130Hs dari Australia.

Herryanto yang juga Sekjen Kementerian Pertahanan itu bilang, "kami menunggu F-16 dari AS. Kami akan memiliki pesawat tempur yang cukup dalam persediaan kami untuk 20 tahun ke depan," jelas Herryanto

Selain membeli dari AS, Indonesia sudah melakukan investasi dengan cara bekerja sama dengan K-FX Program Korea Selatan. Kerjasama ini akan untuk mengganti pesawat Northrop F-5 dan F-16. "Kami bertujuan untuk membeli pesawat K-FX ," katanya.

Sementara itu Sukhoi Company mengatakan, mereka tidak mengetahui rencana Indonesia. Sebuah sumber di United Aircraft Corp menyebutkan, Sukhoi kaget dengan keputusan Indonesia, karena belum ada diskusi dengan Jakarta mengenai rencana penjualan Sukhoi lagi.

Perlu diketahui, Indonesia baru saja membeli enam pesawat tempur Sukhoi-30 yang akan diserahkan dalam masa tiga tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×