NASIONAL
Berita
Fundamental stabil, Moody's pertahankan Indonesia

Peringkat Surat Utang Indonesia

Fundamental stabil, Moody's pertahankan Indonesia


Telah dibaca sebanyak 1142 kali
Fundamental stabil, Moody's pertahankan Indonesia

JAKARTA. Memburuknya kondisi ekonomi akibat krisis Eropa membuat lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service memangkas peringkat utang beberapa negara, salah satunya Italia. Meski begitu, rupanya Moody’s tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia stabil di Baa3.

Dalam pengumuman yang dikutip dari situs resmi Moody\'s Senin (16/7) menyatakan Moody’s tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia stabil di Baa3 setidaknya karena empat faktor. Keempat faktor itu adalah ekonomi Indonesia masih tumbuh cukup kuat, kekuatan fiskal (keuangan) pemerintah masih cukup moderat, kekuatan institusi antara rendah ke moderat, dan kerentanan terhadap risiko peristiwa yang cukup moderat.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup stabil di tengah gejolak krisis global menjadi satu alasan bagi Moody’s untuk mempertahankan peringkat Indonesia. "Defisit anggaran yang terjaga rendah juga menjadi pertimbangan lembaga pemeringkat untuk mempertahankan peringkat Indonesia," jelasnya Senin (16/7).

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandhi menambahkan, secara fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dengan kesehatan fiskal dan inflasi yang terjaga. Faktor-faktor tersebut menjadi alasan bagi Moody’s untuk memberikan outlook stabil bagi peringkat Indonesia.

Eric bilang, peringkat yang stabil ini akan berdampak positif bagi obligasi pemerintah. Pasalnya, stabilnya peringkat utang bisa menurunkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah menjadi lebih kompetitif. Sehingga, "Ini bisa menjadi daya tarik bagi investor," ungkapnya.

Hanya saja, Eric bilang masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah untuk mendapatkan kenaikan peringkat ini. Beberapa pekerjaan rumah itu antara lain melanjutkan reformasi birokrasi dan perbaikan peraturan serta jaminan kepastian hukum.

David menambahkan, masih ada satu risiko rentan yang menghambat Indonesia dalam meraih peringkat utang yang lebih baik, yaitu risiko peningkatan harga energi. Pasalnya, jika harga energi meningkat, pemerintah harus menanggung beban subsidi yang cukup besar. Ini akan memberatkan fiskal pemerintah.

Moody’s mengungkapkan, stabilnya peringkat utang Indonesia ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, rendahnya utang pemerintah, dan pengelolaan fiskal yang cukup baik.

Sektor ekonomi domestik yang cukup besar mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2011 Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,5%. Meski ada tekanan dari sisi neraca pembayaran karena penurunan ekspor, tapi Moody’s mengharapkan ekonomi Indonesia masih bisa bertahan di level 6% pada 2012.

Dari sisi fiskal, pengelolaan utang yang baik dan perbaikan dalam struktur utang membuat ekonomi bisa berjalan dengan baik. defisit juga masih bisa terjaga di level aman, meski ada tekanan dari sisi subsidi. Moody’s juga menilai Indonesia bisa mengelola tekanan inflasi dengan baik.

Kerentanan terhadap risiko peristiwa global masih cukup moderat. Meski begitu, risiko politik masih menjadi perhatian jangka menengah karena prospek kebijakan ini tertutup oleh sikap politik menjelang pemilihan umum tahun 2014.

Telah dibaca sebanyak 1142 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.