Reporter: Anna Suci Perwitasari |
JAKARTA. Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Darmin Nasution menganggap defisit anggaran Indonesia saat ini masih tergolong kecil. Karena itu masih ada ruang untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi.
"Kalau defisit tersebut dinaikkan antara 0,5% hingga 1% dari GDP, masih bisa. Masih ada ruang untuk memberikan stimulus perekonomian," kata Darmin, Jumat (31/8). Namun menurutnya hal itu tak akan terjadi tahun ini di mana defisit anggaran telah mencapai 2,23%.
Pasalnya Undang-Undang menetapkan, maksimal defisit anggaran adalah 3%. Sehingga ruang fiskal tersebut baru dapat dilaksanakan tahun depan di mana defisit anggaran ditetapkan sebesar 1,6%.
Masih adanya ruang untuk menaikkan defisit anggaran merupakan keuntungan sendiri bagi Indonesia dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa dalam memutuskan kebijakan moneter. Salah satunya adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga.
"Pada waktu kami melakukan efisiensi (perbankan), maka kemudian timbul ruang baru. Sehingga semua orang merasa kebijakan moneter yang dilakukan sangat hebat sekali karena ada space," pungas Darmin. Perlu diketahui, hampir seluruh negara besar yang terkena krisis berkutat dengan masalah defisit anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













