NASIONAL
Berita
Brunei akan Beli Alutsista Produksi Indonesia Senilai Rp 5,04 miliar

ALUTSISTA PRODUKSI INDONESIA

Brunei akan Beli Alutsista Produksi Indonesia Senilai Rp 5,04 miliar


Telah dibaca sebanyak 2434 kali

JAKARTA. Pemerintah terus mengembangkan industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri. Caranya dengan membuka pasar alutsista ke luar negeri. Salah satu yang berminat dengan industri alutsista dalam negeri adalah Brunei Darusalam.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa pemerintah Brunei Darussalam berminat untuk melakukan pembelian pengadaan perlengkapan militer. "Nilai transaksinya mencapai Rp 5,04 miliar," ujar Marty dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (29/4). Brunei akan membeli berbagai produk pertahanan militer seperti kapal cepat, perlengkapan baju militer, kitchen mobile, tenda, dan bahan parasut.

Penjualan ini merupakan hasil dari partisipasi Indonesia dalam pameran pertahanan yang dilakukan oleh Brunei pada tahun lalu. "Kita aktif berpatisipasi," ujar Marty.

Menlu juga mengakui bahwa pasar Asia Tenggara memang menjadi incaran untuk menjual produk alutsista dalam negeri. Salah satu yang juga yang sedang diincar adalah negara Malaysia. yang sedang diincar adalah negara Malaysia.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan tengah menjajaki penjualan panser produksi PT Pindan ke negeri Malaysia ini. "KBRI Kuala Lumpur terus aktif dalam forum general border committe untuk melakukan kerjasama," ujar Marty.

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 2434 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..