NASIONAL
Berita
BI pantau pasokan barang di kawasan bencana kelud

GUNUNG KELUD MELETUS

BI pantau pasokan barang di kawasan bencana kelud


Telah dibaca sebanyak 300 kali
BI pantau pasokan barang di kawasan bencana kelud

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memantau dan mencermati aktivitas seluruh kantor perwakilannya di daerah yang terkena imbas bencana alam letusan Gunung Kelud, Kabupten Kediri, Jawa Timur.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya mencermati ketersediaan pasokan barang agar tidak mendorong inflasi. Sebab, bencana alam letusan Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tentu mengganggu aktivitas ekonomi daerah.

"Kami (BI) mencermati wilayah-wilayah yang terkena dampak letusan Gunung Kelud melalui kantor perwakilan BI dalam negeri (KPwDN)," ucap Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/2).

Koordinasi telah dilakukan terkait bencana ini, seperti dengan KPwDN Solo, Jogja dan Kediri. Dalam koordinasi tersebut, BI ingin mengetahui kondisi terkini dan sebaran wilayah yang terkena muntahan Gunung Kelud, seperti Semarang, Pekalongan dan wilayah sekitarnya.

"Kami cermati kelancaran arus barang di wilayah tersebut," jelas Perry.

Perry menyebutkan bahwa KPwDN saat ini masih beroperasi. Ia menyebutkan, lalu lintas barang sempat terganggu akibat bencana banjir. Namun saat ini, distribusi bahan baku kebutuhan pokok masyarakat itu sudah tidak terkendala.

Sesuai survei harga di minggu I dan II Bank Indonesia, tidak terjadi lonjakan kenaikan harga. "Dengan pemantauan ini, kami berharap pergerakan harga dapat ditekan lebih rendah, sehingga inflasi menjadi terkendali. Keselamatan kelancaran di kantor dan bakti sosial diperlukan dari KPwDN. Aktifitas tidak ada gangguan," jelas Perry.

Ia menyebutkan, tingkat inflasi Februari ini bisa mencapai 0,6%. Sehingga secara tahunan, inflasi dapat hanya mendekati 8%.

Editor: Dikky Setiawan
Telah dibaca sebanyak 300 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..