NASIONAL
Berita
APBNP 2013 dinilai penuh anomali

APBNP 2013

APBNP 2013 dinilai penuh anomali


Telah dibaca sebanyak 977 kali
APBNP 2013 dinilai penuh anomali

JAKARTA.  Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 penuh anomali. Pasalnya, alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan. Padahal, di saat bersamaan harga BBM sengaja dinaikkan untuk mengurangi subsidi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadly Zon mengungkapkan, pemerintah menaikkan harga premium Rp 2.000  dan solar Rp 1.000. Tetapi subsidi BBM juga tetap naik dari Rp 194 triliun menjadi Rp 210 triliun.  "Logikanya, harusnya alokasi subsidi BBM turun jika harga BBM naik," kata Fadly. Makanya, Fadli menilai APBNP 2013 penuh anomali. 

Masalah kedua, menurutnya, APBN-P 2013 menunjukkan pendapatan negara turun dan alokasi belanja naik. Akibatnya terjadi defisit keseimbangan primer dan defisit total yang melebar dan memaksa pemerintah harus menambah utang. "Pendapatan perpajakan kita turun Rp 53,6 triliun, sedangkan belanja naik Rp 39 triliun, dan belanja lain-lain naik Rp 53.6 triliun. Akibatnya defisit melebar dari Rp 153,3 triliun menjadi Rp 233,5 triliun," ujar Fadly.

Masalah ketiga dalam APBN-P 2013 adalah anggaran perubahan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2013. Alokasi naik menjadi Rp 6,5 triliun dari Rp 5,9 trilyun di tahun 2012.  Anehnya, ia merasa heran melihat  pemerintah malah mengusulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor perikanan turun dari Rp 215 miliar menjadi Rp 180 miliar.

Berbagai keanehan itulah yang membuat Partai Gerindra menuntut pemerintah agar rencana kenaikan harga BBM bersubsidi patut dikaji kembali. "Sebab, jika dilihat lebih detail, postur APBN-P saat ini masih ditemukan banyak anomali logika yang keliru," ujar Fadly.

Telah dibaca sebanyak 977 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..